RM.id Rakyat Merdeka - Asian Development Bank (ADB) memesan 19,4 juta saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) senilai Rp 59,9 miliar atau 4,2 juta dolar AS.
Dana dari ADB ini akan mendukung upaya Cimory untuk meningkatkan kapasitas produk susunya, memperluas akses ke makanan bergizi, serta mendukung penghidupan para pelaku usaha di sepanjang rantai nilai susu, termasuk peternak kecil.
Sahal Cimory yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Senin (6/12) berhasil menggalang dana Rp 3,67 triliun atau 255 juta dolar AS melalui penawaran saham yang mewakili 15 persen dari modal disetor perusahaan.
Baca juga : Indeks Saham Asia Loyo, Rupiah Merosot Lagi
“Susu adalah industri penting di Indonesia, karena sebagian besar susu berasal dari ribuan peternakan kecil. Selain itu, ketergantungan pada impor cukup besar mengingat produksi di dalam negeri belum dapat memenuhi permintaan produk susu domestik,” jelas Spesialis Investasi di Operasi Sektor Swasta ADB, Carine Sophie Donges dalam keterangan resminya, Senin (6/12).
Melalui investasi ini, ADB dan Cimory dapat bekerja sama untuk meningkatkan penghidupan peternak dan kesejahteraan perdesaan, mendorong inklusi gender, serta berkontribusi bagi ketahanan pangan.
Cimory adalah perusahaan induk Cimory Group, produsen dan distributor terkemuka produk susu (terutama yogurt dan susu), serta produk pangan konsumen (daging olahan dan produk berbahan dasar telur) dengan merek-merek yang sudah terkenal di Indonesia.
Baca juga : Bursa Saham Asia Positif, Rupiah Melesat
“Kami sangat gembira ADB ikut serta sebagai investor jangkar dalam IPO kami,” kata Presiden Direktur Cimory, Farell Sutantio.
Menurut Farell, pihaknya memiliki hubungan kuat dengan ADB yang telah memberi pinjaman pada Cimory di awal pandemi tahun lalu. Selain itu, pihaknya berharap, dapat melanjutkan kerja sama dengan ADB agar dapat memberi nilai tambah di aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, termasuk inklusi gender, serta mengurangi jejak karbon dan lingkungan dari usahanya.
Cimory berencana menggunakan hasil IPO untuk membiayai pertumbuhan organik Cimory Group, dengan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusinya sampai dengan 2024. Peningkatan ini diperkirakan akan membawa manfaat bagi 4.200 peternak baru dari sebelumnya sekitar 9.800 peternak menjual produksi susunya ke perusahaan pada 2020.
Baca juga : PTBA Kantongi Laba Rp 3,58 T
Kemudian bagi 5.000 perempuan yang menjadi agen pemasaran baru dari sebelumnya 2.500 agen yang bermitra dengan perusahaan pada 2020, dan menjangkau 500.000 rumah tangga baru setiap tahunnya dari sebelumnya sekitar 200.000 rumah tangga pada 2020.
"Jaringan distribusi kami juga akan diperluas, agar dapat melayani sebagian besar Pulau Jawa, serta pusat-pusat besar di Pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua," pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.