BREAKING NEWS
 

Ringankan Beban Utang

AP I Kudu Gaet Investor Untuk Kelola Bandara

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Selasa, 7 Desember 2021 06:50 WIB
Bandara Ngurah Rai di Bali, salah satu bandara kelolaan Angkasa Pura I. (Foto: Dok Antara)

 Sebelumnya 
Pihaknya optimistis, dengan program restrukturisasi ini dapat memperkuat profil keuangan pe­rusahaan ke depan. “Terutama ke­mampuan kami untuk memastikan penambahan pendapatan cash in, efisiensi biaya dan upaya fund raising,” ungkap Faik.

Hal yang menggembirakan, lanjut Faik, adanya kenaikan trafik penumpang di akhir-akhir ini hingga mencapai 129 ribu pada 28 November lalu dari rata-rata trafik sebelumnya yang hanya hanya sekitar 55-60 ribu per hari. “Ini yang membuat optimisme kami terjaga,” ujarnya.

Baca juga : PDIP Ingatkan Vaksin Booster Gratis Untuk Rakyat Miskin

Selain itu, untuk mendorong peningkatan pendapatan lainnya, transformasi bisnis usaha yang dilakukan AP I adalah menjalin kerja sama mitra strategis untuk Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Dhoho Kediri, Bandara Lombok Praya. Yaitu peman­faatan lahan tidak produktif seperti lahan Kelan Bay Bali. Serta mengembangkan airport city Bandara Internasional Yog­yakarta (YIA) serta eks Bandara Selaparang Lombok.

Faik menegaskan, manajemen tengah berupaya keras untuk menangani situasi sulit ini dan berkomitmen untuk dapat sur­vive dan menunaikan kewajiban perusahaan kepada kreditur, mitra, dan vendor secara pasti dan bertahap.

Baca juga : Krakatau Steel Bakal Divestasi Aset KSI

“Dengan berbagai inisiatif strategis tersebut, kami optimis dapat bertahan menghadapi kondisi sulit ini. Dan mulai bangkit pada 2022, serta dapat mencatatkan kinerja keuangan positif,” ujarnya.

Hasil restrukturisasi ditarget­kan akan mencapai tambahan dana Rp 3,8 triliun, efisiensi biaya sebesar Rp 704 miliar dan perolehan fund raising sebesar Rp 3,5 triliun. Dan perlu diingat, dengan adanya pembangunan bandara, maka secara konsolidasi menambah aset perusahaan.

Baca juga : Pertamina Dukung Net Zero Untuk Keberlanjutan Bumi

Jumlah aset perusahaan ta­hun ini akan mencapai Rp 44 triliun dari semula Rp 24 triliun di 2017, saat proyek-proyek pengembangan bandara mulai dilaksanakan. Tentunya dengan selesainya pelaksanaan pemban­gunan dan perluasan terminal bandara.

“Maka seluruh bandara AP I menjadi lebih cantik, lebih nya­man, dan dapat secara fleksibel menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik lagi,” pungkas Faik. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense