BREAKING NEWS
 

Presidensi G20

IMF: Omicron Bisa Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 10 Desember 2021 12:32 WIB
First Deputy Managing Director IMF, Geoffrey Okamoto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Keuangan Dunia atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan, varian baru Covid-19 Omicron bisa mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan menjadi 4,9 persen. Di mana tahun ini pertumbuhan global diproyeksi bisa mencapai 5,9 persen.

Hal tersebut diungkapkan First Deputy Managing Director IMF Geoffrey Okamoto. Okamoto mengatakan, penyebaran Omicron saat ini menyebabkan pertumbuhan PDB kuartal III-2021 menuju arah begatif.

"Ini menjadi cerminan dari melemahnya momentum dalam penyebaran virus yang terus berlanjut, dan menyebabkan gangguan di seluruh dunia. Hal ini juga berpotensi menambah luka lebih lama dari sebelumnya pada ekonomi dan kelompok rentannya di dunia," katanya dalam konferensi pers Media Briefing Presidensi G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (10/12).

Baca juga : Bos BI: Distribusi Vaksin Merata Kunci Pemulihan Ekonomi Dunia

Pihaknya melihat, tekanan inflasi yang terus-menerus yang dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan di negara maju, yang akan memperketat kondisi keuangan global dengan beberapa potensi yang berdampak kepada pasar di negara berkembang.

Adsense

"Dalam hal Presidensi G20 Indonesia ini, kami optimis tema Recover Together, Recover Stronger menjadi tema dan momen yang tepat, untuk berbicara tentang bagaimana kita pulih bersama dan pulih lebih kuat," imbuhnya.

Bagi para anggota G20, presidensi ini berdiskusi untuk benar-benar memahami, dan membentuk agenda pertemuan ini, memikirkan bagaimana mempersiapkan solusi yang dibutuhkan ekonomi global mendatang. Di mulai dengan menangani krisis kesehatan dan ekonomi.

Baca juga : Kinerja Moncer, BSI Bisa Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi Umat

Okamoto menegaskan, peran IMF adalah untuk bersiap dan membantu negara-negara pulih, dengan bersama menurunkan risiko-risiko yang mungkin terjadi dan masih mengancam.

Pihaknya mengaku, juga membantu negara-negara memahami secara intrinsik yang harus mereka lakukan hari demi hari untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko penurunan. Untuk itu, satu sama lain antar negara yang terlibat melalui G20 dalam hal ini, IMF dan lembaga keuangan lain benar-benar memberikan peluang bagi mereka dengan apa yang tersisa di masa depan pada 2022.

IMF lanjut Okamoto, tetap konsisten berjanji untuk pengurangan kemiskinan, dengan memberikan fasilitas yang secara khusus, membantu sumber daya lahan dan tarif yang sangat lunak bagi negara-negara berpenghasilan rendah. Dan mempermudah akses sumber daya dalam penyesuaian struktural serupa dalam ekonomi mereka.

Baca juga : Menko Airlangga: Pengembangan Desa Wisata Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

"Itulah yang dapat kami sumbangkan. Kami terlibat dengan Presidensi G20 dengan  menyediakan pembiayaan, memberikan saran dan keahlian kebijakan, dukungan analitis kepada anggota," tandasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense