RM.id Rakyat Merdeka - Di akhir tahun 2021, kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) semakin kinclong hingga kuartal ke 3 tahun ini.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna menjelaskan, bahwa di masa pemulihan ekonomi sepanjang tahun ini, perseroan tetap konsisten pada 3 fokus strategi.
Yaitu, Pertama Optimalisasi bisnis korporasi dan komersial dengan meningkatkan sinergi bisnis dengan PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan dan BUMN Group. Kedua, membangun dan mengembangkan bisnis ritel melalui produk khusus serta optimalisasi platform digital untuk memberikan user experience yang baik bagi pelanggan, dan Ketiga, memperkuat bisnis reasuransi melalui perkuatan penetrasi cedants.
Baca juga : Usia 44 Tahun, BP Jamsostek Kian Adaptif Dan Solutif
Kinerja perseroan (induk) menunjukan pertumbuhan yang signifikan dalam bisnis ritel. Porsi premi bruto bisnis ritel di induk perseroan terus meningkat dari 7,7 persen di September 2020 menjadi 11,5 persen di September 2021. Sementara total premi bruto naik 43 persen dari Rp 213 miliar di September 2020 menjadi Rp 304 miliar di September 2021.
Lalu, Idra menjelaskan, kontribusi produksi premi pada bisnis ritel saat ini didominasi oleh lini kendaraan bermotor, dengan porsi premi bruto di induk perseroan meningkat dari 5,2 persen di September 2019 menjadi 8,8 persen di September 2021 dan besaran premi bruto naik signifikan lebih dari 62 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di September 2020.
“Jumlah polis kendaraan bermotor bertumbuh hampir 6 kali lipat dalam dua tahun dari 13 ribuan polis di September 2019 menjadi 78 ribuan polis dan per September 2021. Hal ini dapat tercapai karena berkolaborasi dengan berbagai partners ,di antaranya perusahaan leasing/pembiayaan, perusahaan digital platform serta dealer-dealer kendaraan bermotor” jelas Indra dalam keterangannya, Senin (20/12).
Baca juga : Akhir Tahun, Industri Tekstil Diramal Makin Kinclong
“Sedangkan dari aspek kesehatan keuangan, selama 6 tahun berturut–turut perseroan berhasil mempertahankan International Rating “A-“(Excellent) dari A.M. Best dan menjadi satu-satunya perusahaan nasional yang memiliki predikat rating internasional “A- (Excellent)” dari A.M. Best. ”, tambah Indra.
Peringkat ini mencerminkan posisi keuangan Tugu Insurance yang sangat kuat, didukung oleh operasional bisnis yang sehat dan manajemen risiko yang memadai.
Dalam acara ini juga disampaikan bahwa Tugu Insurance pada ulang tahunnya yang ke 40 melakukan transformasi digital di dalam perusahaan meliputi perubahan mindset, culture, business process hingga infrastruktur yang dibutuhkan guna menyediakan produk dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kick off ini dilakukan menindaklanjuti analisa dan pembelajaran selama kurang lebih tiga tahun terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan teknologi.
Baca juga : Politisi Bikin Covid Di Afrika Makin Melonjak
Adapun hingga periode triwulan III-2021, perseroan mencatatkan pencapaian laba secara konsolidasian, yakni sebesar Rp 229 miliar, dengan pencatatan aset Rp 20,8 triliun naik 6,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 19,5 triliun, dan diikuti dengan total ekuitas perseroan sebesar Rp 8,7 triliun turut naik sebesar 2,6 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya yakni Rp 8,5 triliun.
Selain itu, rasio solvabilitas Tugu Insurance mencapai 342 persen juga berada di atas rata-rata industri bahkan jauh di atas ketentuan Risk Based Capital (RBC) yang sudah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni minimal sebesar 120 persen. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.