Sebelumnya
Ia berharap, upaya tersebut dapat menjaga pergerakan penumpang, yang selama periode libur Nataru mulai meningkat.
“Kami tetap optimis, jumlah penumpang dapat bertahan dalam level rata-rata 110.000 -125.000 penumpang per hari,” tegasnya.
Ia meyakinkan, bandara bukan tempat penyebarluasan virus Covid-19.
Baca juga : Menag: Selamat Natal, Mari Bergerak Perkuat Persaudaraan
Di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya memberikan perhatian lebih untuk periode angkutan Nataru. Tak hanya menyiapkan personel, infrastruktur, pihaknya memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) kebandarudaraan yang sejalan dengan SOP Kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
“Pasca Nataru tahun lalu, saat terjadi gelombang kedua Covid-19 jadi pembelajaran penting bagi semuanya. Khususnya, bagi operator bandara agar tidak kecolongan lagi di periode Nataru tahun ini,” akunya, dalam acara FGD (Focus Group Discussion) Layanan Transportasi Publik Saat Libur Akhir Tahun, Rabu (22/12).
Dia mengungkapkan, trafik penumpang menunjukkan kenaikan menjelang Nataru. Artinya, ada pergeseran pergerakan penumpang tidak lagi pada H-1 Natal atau 24 Desember.
Baca juga : Jelang Perayaan Nataru, Kemenag Ingatkan Kerukunan Beragama Dan Menjaga Prokes
Ia berharap, hal serupa juga terjadi pada arus balik nanti. Di mana, para penumpang bisa mengatur perjalanannya agar tak kembali berbarengan pada H+1 Januari 2022.
Executive General Manager (EGM) Airport Operation Division Angkasa Pura II, Eri Braliantoro mengaku, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi peningkatan penumpang. Khususnya di Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Karenanya, untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang saat periode Nataru, pihaknya tengah mengkaji untuk mengoperasikan kembali Terminal 1 yang telah tutup hampir dua tahun terakhir. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.