Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Varian Omicron

Singapura Dan Thailand Perketat Pintu Masuk

Senin, 29 November 2021 06:35 WIB
Turis asing tiba di Bandara Suvarnabhumi pada hari pertama kampanye pembukaan kembali negara itu, 1 November 2021.. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha).
Turis asing tiba di Bandara Suvarnabhumi pada hari pertama kampanye pembukaan kembali negara itu, 1 November 2021.. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha).

RM.id  Rakyat Merdeka - Singapura dan Thailand memperketat pengawasan di pintu masuk, terutama wisatawan dengan riwayat perjalanan dari negara Afrika. Langkah tersebut diambil untuk mencegah masuknya Omicron, varian baru virus Corona.

Berdasarkan saran Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), mulai Sabtu dini hari (27/11), semua pemegang izin jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, Malawi, dan Zimbabwe, dilarang transit atau masuk Singapura.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pihaknya akan mengawasi perkembangan varian baru sambil memperketat masuknya warga asing ke negaranya.

Berita Terkait : Tragedi Juli Semoga Tak Terulang Lagi

“Saat ini, varian baru yang menjadi perhatian muncul, yakni Omicron. Kami belum yakin, tetapi kami mungkin terpaksa mundur beberapa langkah, sebelum kita dapat mengambil langkah lebih maju,” terang Lee dalam pidatonya di konvensi Partai Aksi Rakyat (PAP) dikutip Strait Times, kemarin.

“Para ilmuwan di seluruh dunia masih mencari tahu lebih banyak tentang varian baru ini,” imbuhnya.

Meski demikian, Lee yakin, Singapura bisa mengatasi terjangan varian baru itu, dengan melihat pengalaman penanganan pada varian sebelumnya.

Berita Terkait : Ogah Kebobolan Omicron, Australia Ikutan Tutup Akses 9 Negara Afrika

Saat ini Singapura belum memiliki kasus varian Omicron. Demi pencegahan penyebaran virus tersebut, warga negara Singapura dan penduduk tetap yang kembali dari negara-negara Afrika tersebut di atas, harus menjalani karantina selama 10 hari di fasilitas khusus.

“Kita harus melakukan pencegahan demi mengurangi risiko penyebarannya di sini,” sambungnya.

Varian Omicron yang ditemukan di Afrika, telah ditetapkan sebagai masalah terbaru oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejumlah negara juga tengah waspada.
 Selanjutnya