Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perlunya Antisipasi Lonjakan Mobilitas

Libur Nataru, Masyarakat Bakal Tumplek Blek Di Tempat Wisata

Kamis, 4 Nopember 2021 06:20 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto: Marji-Medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto: Marji-Medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas Penanganan Covid-19 meminta tempat tujuan wisata dibuka terbatas pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini upaya mengantisipasi lonjakan mobilitas dan gelombang ketiga Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, menjelang libur Nataru kebijakan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus terkini dan kondisi di lapangan. Seperti pergerakan orang di lokasi wisata, pertokoan dan tempat peribadatan.

“Pastikan tempat-tempat tujuan wisata dibuka terbatas pada periode Nataru dan telah membentuk satgas protokol kesehatan (prokes) di fasilitas publik,” ujar Wiku.

Berita Terkait : Sebaiknya Kita Waspada...

Wiku menegaskan, perlunya penguatan prokes dan peningkatan angka vaksinasi. Dia juga meminta masyarakat selalu mematuhi kebijakan pemerintah sebagai upaya melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan Covid-19.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan semua pihak mengantisipasi lonjakan mobilitas. Pergerakan masyarakat yang tinggi saat libur Nataru harus diwaspadai agar tidak menjadi lonjakan gelombang baru di Indonesia.

“Perlunya antisipasi masa liburan yang cukup panjang, sehubungan dengan Natal dan Tahun Baru,” kata Ma’ruf saat memimpin rapat terbatas terkait evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagaimana dirilis Sekretaris Wapres, Senin (1/11).

Berita Terkait : Kita Akan Hidup Bersama Covid-19

Apalagi, peningkatan mobilitas yang cukup tinggi diperkirakan sudah dimulai sebelum libur Nataru.

Ma’ruf mengatakan, saat ini saja sudah terjadi peningkatan pergerakan masyarakat seiring dengan berbagai kebijakan relaksasi yang dikeluarkan pemerintah. “Perlunya memikirkan mitigasi terbaik,” katanya.

Ma’ruf mengatakan, selain mitigasi, pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi Covid-19, juga perlu terus ditingkatkan untuk memberi perlindungan terhadap masyarakat dan mencegah terjadinya gelombang ketiga.

Berita Terkait : Netizen Pro-Kontra Integrasi PeduliLindungi Ke Aplikasi Lain

“Hal yang sudah kita capai ini perlu kita tetap pertahankan,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberi perhatian khusus kepada Bali.

Pasalnya, selain kerap menjadi salah satu lokasi tujuan wisata saat libur Nataru, pada Maret, Mei dan sepanjang tahun 2022 juga akan ada acara-acara besar berskala internasional di Bali.
 Selanjutnya