BREAKING NEWS
 

SILO Genjot Layanan Kesehatan Di Dalam Negeri

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : WAHYU SURYANI
Rabu, 29 Desember 2021 18:56 WIB
Presiden Komisaris Siloam International Hospitals John Riady/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Siloam International Hospitals (SILO) menyambut baik langkah Presiden Jokowi yang terus memacu peningkatan layanan kesehatan di Tanah Air. Salah satunya, menghadirkan solusi jangka pendek dengan pembangunan Rumah Sakit Internasional di Bali.

Hal itu disampaikan Presiden Komisaris Siloam International Hospitals (SILO) John Riady dalam rilisnya, Rabu (29/12).

Menurut John, pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali yang peletakan batu pertamanya dilakukan Jokowi, setidaknya sebagai jumpstart (peningkatan) dan percepatan untuk melakukan transfer pengetahuan.

"Dengan populasi mencapai 270 juta orang, belanja sektor kesehatan hanya sekitar 3,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal potensi industri kesehatan Indonesia sangatlah besar,” ungkap John yang juga Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Pada groundbreaking Rumah Sakit Internasional Bali, Senin (27/12), Presiden Jokowi mengatakan, setiap tahun terdapat 2 juta masyarakat Indonesia yang pergi ke luar negeri guna mendapatkan layanan kesehatan. Mulai dari ke Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Amerika Serikat (AS). Anggaran yang dihabiskan dari perjalanan tersebut berjumlah sekitar Rp 97 triliun.

Menurut John, sektor kesehatan merupakan salah satu tulang punggung kemajuan bangsa. Terlebih lagi, terdapat kebutuhan yang meningkat seiring antisipasi terhadap wabah di masa depan maupun pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Dia yakin, kebutuhan tersebut naik di masa depan. Namun demikian, peluang tersebut takkan bisa digapai jika industri kesehatan di dalam negeri tidak berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan.

Melihat tingginya kebutuhan rumah sakit di Tanah Air, maka SILO, terus menggarap penambahan rumah sakit Siloam di berbagai kota di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, SILO yang juga anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), terus melakukan perbaikan dan inovasi.

Baca juga : El Real Siap Lepas Tiga Veteran

Hal ini sejalan dengan berbagai perbaikan yang dijalankan oleh induk usaha, mulai dari perbaikan proses bisnis, tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG), hingga inovasi. Tujuannya, menjaga fondasi bisnis perusahaan, serta meraih pertumbuhan bisnis secara berkesinambungan.

Sejalan dengan perbaikan dan inovasi di bisnis properti, LPKR juga terus meningkatkan kinerja SILO. Berbagai pengembangan terus dilakukan.

Di antaranya, layanan digital. SILO telah meluncurkan layanan digital melalui aplikasi MySiloam, layanan telehealth yang terhubung dengan 1.000 dokter. Melalui pengembangan digital ini, penetrasi dan ekspansi SILO akan semakin meningkat pesat.

Selain itu, saat ini SILO juga telah resmi masuk dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Small Cap.

John juga mengungkapkan, SILO yang telah berdiri sejak 1992 terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan ekosistem di bidang kesehatan.

Eksistensi SILO memilki topangan yang kuat dengan adanya Fakultas Kedokteran (FK) dan Sekolah Perawat Universitas Pelita Harapan (UPH), serta Mochtar Riady Institute of Nanotechnology (MRIN).

Adsense

Selain itu, SILO juga telah banyak mengirimkan dokter umum untuk mengambil spesialisasi di luar negeri. Dengan ekosistem yang dibangun, SILO akan terus berkembang.

Berbagai perbaikan dan peningkatan menjadikan SILO sebagai rumah sakit yang mendapatkan pengakuan internasional.

Baca juga : Kasus Omicron Tembus 46 Orang, Luhut: Liburan Di Dalam Negeri Saja

Pada 2014, SILO memperoleh pengakuan dari tiga lembaga akreditasi kesehatan internasional, yakni Joint Commision International (JCI) dari AS, Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dari Indonesia, dan Australian Council on Healthcare Standards (ACHS) dari Australia.

Sebagai informasi, JCI adalah instansi internasional yang menilai standar kualitas rumah sakit di seluruh dunia. Akreditasi pada 2014 adalah yang kesembilan yang diterima Silioam.

Menurut John, Indonesia membutuhkan rumah sakit dengan dokter dan perawat yang berkualitas dan ahli di bidangnya, serta berdedikasi tinggi.

Sejauh ini, jaringan SILO telah memiliki 2.700 dokter umum dan spesialis, serta lebih dari 15.000 perawat dan staf pendukung.

Seiring dengan peningkatan kualitas, SILO juga terus menambah jumlah jaringan. Hingga saat ini SILO sudah memiliki 41 rumah sakit di 23 kota di seluruh Indonesia. Secara rinci, yakni 14 di Jabodetabek, 7 di Jawa (luar Jabodetabek), 5 di Sumatera, 6 di Bali dan Nusa Tenggara, 3 di Kalimantan, 5 di Sulawesi, serta 1 di Maluku.

“SILO akan terus membangun rumah sakit baru agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan berstandar internasional. Kebutuhan akan layanan rumah sakit masih sangat besar di Indonesia,” terang John.

John mengungkapkan, saat ini kemampuan dan kualitas rumah sakit di dalam negeri tidak kalah bagus dibandingkan dengan rumah sakit yang ada di luar negeri. Hal ini dibuktikan, dengan meningkatnya pasien non Covid 19 di SILO selama pandemi berlangsung.

John merasa yakin dengan patient experience yang ada, pasien-pasien tersebut akan tetap berobat di SILO.

Baca juga : KAI Buka Layanan Tes PCR Seharga Rp 195.000 Di Stasiun

“Pelayanan di SILO tidak kalah dibanding luar negeri. Pengalaman bagus yang telah dialami pasien akan tetap kita jaga,” ungkap John.

Pengalaman panjang dan jaringan yang luas menempatkan SILO sebagai pengelola rumah sakit terkemuka di Indonesia dan menjadi benchmark pelayanan kesehatan berkualitas di Tanah Air.

Dalam praktiknya, SILO tidak semata didorong oleh motif bisnis dalam memberikan layanan kesehatan, tetapi juga alasan kemanusiaan.

Setiap warga harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Perluasan layanan lewat pembukaan jaringan rumah sakit baru dimaksudkan juga untuk memenuhi skala ekonomi agar rakyat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih terjangkau. [KPJ]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense