BREAKING NEWS
 

Tahun Kedua Pandemi

Top, Kinerja Pertamina Tetap Moncer

Reporter & Editor :
APRIANTO
Senin, 3 Januari 2022 18:50 WIB
Gedung Pertamina. (Foto: Istimewa/ilustrasi)

 Sebelumnya 
Pertamina melakukan sinergi BUMN dengan PLN untuk penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur LNG di 56 lokasi. Selain itu, Pertamina bersama PLN dan Pupuk Kujang juga terus meningkatkan keandalan dan penyaluran pasokan gas sebesar 200 BBTUD untuk sektor listrik dan 25 BBTUD untuk sektor pupuk.

Kolaborasi dengan BUMD juga dilakukan Pertamina untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dengan potensi 80.000 sambungan untuk DKI Jakarta dan 31.800 sambungan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sepanjang 2021, Pertamina telah menjalankan 255 kontrak/proyek dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mencapai 69.6 persen, sebagai bentuk dukungan pada pertumbuhan industri dalam negeri.

Baca juga : Pandemi Terkendali, Saatnya Pemerintah Penuhi Rencana Dan Janji

Di tengah pandemi Covid-19, Pertamina berkolaborasi dengan masyarakat, dengan mendukung 250 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk go digital dan global melalui Pertamina SMEXPO 2021. Sepanjang dua tahun ini, menjadi garda terdepan membantu masyarakat menghadapi Covid-19. Membangun 7 Rumah Sakit Khusus Covid-19 dengan kapasitas 1.200 bed serta menyalurkan berbagai bantuan nilai mencapai Rp 2,1 triliun.

Go Digital

Go Digital merupakan upaya digitalisasi di aspek bisnis Pertamina untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan.

Baca juga : Kakang, Jebolan Akademi Persib Pertama Yang Gabung Persib Senior

Pada tahun 2021, Pertamina telah berhasil membangun dan mengoperasikan Pertamina Integrated Command Center (PICC). Pusat integrasi big data Pertamina dari hulu ke hilir ini dioperasikan pada 1 September 2021 yang berperan penting dalam memonitor produksi dan pelayanan kepada masyarakat.

Pertamina sukses melakukan digitalisasi di hulu, pengolahan dan hilir. Di hulu, telah terbangun Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) sehingga mampu menurunkan potensi kehilangan produksi di Blok Rokan secara signifikan dengan nilai manfaat lebih dari USD 200 juta.

Pertamina juga menjadi perusahaan energi pertama di Asia yang menggunakan teknologi Enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG). Dengan teknologi digital ini, Pertamina berhasil melakukan survei migas di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat dengan luas area 45 ribu km persegi.

Baca juga : Pandemi, Ekspor Pertanian Jateng Tetap Meroket

Digitalisasi di kilang dilakukan melalui program Predictive Maintenance Online (PMO). Sedangkan digitalisasi di hilir dilakukan melalui digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina sehingga bisa dimonitor secara real time. Pertamina juga telah berhasil melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perkapalan sehingga bisa dimonitor secara langsung.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense