BREAKING NEWS
 

Incar Tambang Di Luar Negeri

Tahun Ini Gencar Investasi, Mind ID Butuh Dana Jumbo

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 22 Februari 2022 08:00 WIB
Mind ID. (Foto: ANTARA FOTO).

 Sebelumnya 
Dan aluminium sebanyak 185 ribu ton, atau naik dua persen secara ytd. Karenanya, selain mengakuisisi tambang di luar negeri, pihaknya juga berencana mengikuti tender atau lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK). Maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), dan tambang potensial lainnya di dalam negeri.

Serta melakukan percepatan dari kajian Life of Time Plan di PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah tahun 2041. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyediakan sumber daya maupun cadangan yang memadai untuk kebutuhan inisiatif strategis hilirisasi. “Kami juga melakukan monitoring program eksplorasi terintegrasi di Mind ID,” katanya.

Baca juga : Australia Gelar Pesta Meriah Di Bandara...

Sementara dalam upaya meningkatkan daya saing biaya melalui digital, pihaknya akan melakukan implementasi digitalisasi produksi pada smelter tambang. Termasuk melakukan kerja sama penyediaan jaringan 5G, dan implementasi operational excellence untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Adsense

Mantan Direktur Utama Perusahaan Gas Negara ini juga berencana membangun aset hilirisasi berskala global. Di mana Mind ID akan melakukan ekspansi smelter aluminium, dengan tambahan kapasitas 200.000-400.000 ton per tahun dan pengembangan hilirisasi nikel kelas 1.

Baca juga : Transaksi QR Antar Negara Dukung Integrasi Keuangan ASEAN

Serta pembangunan smelter copper dan Precious Metal Refinery (PMR). “Untuk ekspansi smelter aluminium, kami akan jalankan mulai tahun ini. Sehingga tahun depan, diharapkan bisa dimulai kegiatan konstruksinya,” jelasnya. Lebih lanjut Hendi mengatakan, dari sisi kinerja keuangan perseroan juga mengalami perbaikan.

Hal ini terlihat dari utang berbunga perusahaan turun sebesar Rp 94,2 triliun atau 12 persen di September 2021 dibandingkan periode sama 2020. Sementara liabilitas MIND ID tercatat mencapai Rp 108 triliun, atau naik 16,27 persen year on year (yoy). Di mana pada 2019 liabilitas sebesar Rp 93,05 triliun. “Utang berbunga, alhamdulillah juga turun yaitu Rp 94,2 triliun, atau 12,7 persen lebih rendah dari 2020 (ytd),” sebutnya.

Baca juga : Geliat Ekspor Tanaman Hias Berdaun Indah Petani Milenial Bogor

Selanjutnya, kas dan setara kas Mind ID mencapai Rp 38,1 triliun, lebih rendah 23,1 persen dari 2020. Sedangkan laba bersih hingga September 2021 tercatat Rp 9,82 triliun. Angka ini naik hampir 800 persen secara ytd, dengan pendapatan sebesar Rp 63,8 triliun. Atau naik 34,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) naik 179,4 persen menjadi Rp 19,81 triliun. “Kenaikan pendapatan dan laba itu ditopang oleh kinerja operasi produksi,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense