Sebelumnya
Tiga kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari komoditas batubara, emas dan timah masing-masing sebesar 32 persen, 28 persen dan 13 persen. Sedangkan aluminium berkontribusi 9 persen, feronikel 7 persen, bijih nikel 5 persen dan lain-lain sebesar 6 persen.
“Selain itu, peningkatan efektivitas produksi dan penjualan Grup MIND ID diraih dengan memanfaatkan momentum perbaikan harga komoditas global,” jelas Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/4).
Baca juga : BUMN Yang Bikin Susah Nggak Perlu Dibantu Lagi
Hal itu mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan pada 2021 yang sangat baik, dengan capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 28,06 triliun. Atau meningkat 149 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp 11,26 triliun.
Dengan efektivitas kinerja produksi dan penjualan di seluruh komoditas mineral Grup MIND ID, mulai dari emas dan jasa pemurnian logam mulia, batubara, logam timah dan tin solder, aluminium, feronikel, dan bijih nikel, perusahaan mencatat capaian laba kotor tahun 2021 sebesar Rp 26,41 triliun. Dan laba usaha sebesar Rp 16,67 triliun.
Baca juga : Yakes Jalin Sinergi Dengan 44 Rumah Sakit Hermina Group
“MIND ID menjalankan kebijakan strategis tata kelola usaha industri pertambangan yang disesuaikan dengan pandemi Covid-19,” tutup Hendi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.