BREAKING NEWS
 

Gelar Pasar Murah Di Lampung

Erick: Ini Bukti BUMN Hadir Di Tengah Masyarakat

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 10 Mei 2022 17:43 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Pasar Murah BUMN (kedua kanan) di halaman Gedung Pertemuan Komplek PTPN VII, Lampung, Selasa (10/5). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pasar murah untuk kedua kalinya di Provinsi Lampung bersama PTPN Group.

Kegiatan pasar murah dipusatkan di halaman Gedung Pertemuan Komplek PTPN VII, Lampung, Selasa (10/5).

Operasi pasar dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wali kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Direktur Umum Holding Perkebunan Nusantara Doni P Gandamihardja, dan Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy beserta jajaran manajemen PTPN VII.

 

 

Baca juga : Nggak Ada Ampun, Erick Segera Blacklist Mitra BUMN Nakal

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, operasi pasar murah yang diinisiasi Kementerian BUMN ini sudah digelar sejak awal Ramadan.

Erick menekankan, BUMN tak hanya berfungsi sebagai korporasi. Tetapi juga menjadi penyeimbang dalam perekonomian Indonesia. Termasuk, bagi masyarakat yang membutuhkan harga terjangkau.

Hal itu dilakukan untuk mendorong pemerataan dan keseimbangan pasar.

"Alhamdulillah, saya dengan Pak Gubernur dan PTPN ini mungkin sudah kedua kali. Kita ingin membantu kebutuhan masyarakat untuk mendapat akses bahan pangan seperti minyak goreng dan gula, yang harganya di bawah harga pasar," ujar Erick.

Dalam operasi pasar tersebut, BUMN menyediakan minyak goreng dan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Baca juga : Erick Gelar Pasar Murah Di Pasuruan, Demi Pemerataan & Keseimbangan Pasar

Ada 3 ribu liter minyak goreng Nusakita, yang dibandrol dengan harga Rp 19 ribu per liter, gula pasir Nusakita dengan harga Rp 11 ribu per kg dan 250 kg beras yang dijual dengan harga Rp 15 ribu untuk 2,5 kg.

"Operasi pasar merupakan bentuk intervensi BUMN dalam menjaga keseimbangan harga, yang terjangkau masyarakat. Tentu, BUMN tidak bisa sendirian. Perlu peranan swasta untuk mendukung tujuan itu," jelas Erick.

Adsense

Dalam hal ini, swasta memang memiliki peran penting. Sebab, produksi migor BUMN hanya empat persen. Sisanya, berasal dari swasta.

Sementara untuk gula, produksi BUMN relatif lebih besar, dengan angka 45 persen.

"Operasi pasar hari ini masih yang kemasan. Yang kemasan saja, harganya terpaut Rp 6 ribu dengan harga pasar. Ini angka luar biasa. Kalau BUMN hanya kejar keuntungan, kita tidak jual Rp 19 ribu, tapi Rp 24.500. Untuk gula, lebih murah Rp 2.500, Tapi, kalau kita cuma cari untung, paling top kita jual lebih murah 500 perak," papar Erick.

Baca juga : Ganjar Shalat Id Di Lapangan Pancasila, Happy Lihat Tingginya Antusiasme Warga

Operasi pasar menjadi bukti nyata sinergitas Kementerian BUMN dengan Pemda, yang selalu bersinergi melakukan intervensi saat pasar tidak seimbang.

Erick mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat tidak mendapat kebutuhan pangan secara maksimal.

"Kegiatan seperti ini sudah sering kita lakukan. Contoh saat harga masker mahal, Rp 100 ribu, kita juga operasi pasar Rp 5 ribuan lewat Kimia Farma. Untuk bahan pangan seperti minyak goreng dan gula, kita menugaskan PTPN untuk menyeimbangkan harga yang sekarang sedang naik," imbuh Erick.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense