Sebelumnya
Selain itu, sambung Teten, pencapaian target KUR akan didorong dengan porsi kredit perbankan yang ditarget 30 persen untuk UMKM.
“Kami ingin meningkatkan sampai sekitar Rp 400 triliun. Tapi Presiden minta Rp 500 triliun tahun ini. Mudah-mudahan tercapai,” harap Teten.
Baca juga : Angklung Dan Tari Betawi Semarakkan Paviliun Indonesia Di Festival Budaya Asia Roma
Menyoal ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memahami, keputusan Pemerintah mengerek plafon KUR tahun ini demi mendongkrak porsi kredit perbankan untuk pelaku UMKM yang ditargetkan mencapai 30 persen hingga tahun 2024.
Namun, ia melihat saat ini cakupan KUR belum sepenuhnya menjaring 59 juta pelaku usaha skala mikro. Padahal, masih banyak pelaku usaha mikro yang masih membutuhkan modal.
Baca juga : Jaga Rupiah, BI Tahan Lagi Suku Bunga Di Level 3,5 Persen
Selain itu, masalah pendampingan pasca pemberian modal masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tersendiri.
“Para pelaku usaha mikro penerima KUR akan sulit, jika tidak ada pembinaan secara intens dan berkelanjutan. Ujung-ujungnya, mereka akan tetap bertahan pada tingkat usaha mikro,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.