Sebelumnya
“Nantinya, para santri setelah lulus sudah memiliki keahlian. Jadi, bisa membantu meningkatkan kompetensi dalam bidang bisnis terapan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran pondok pesantren KH. Abdul Kholiq mengaku, jumlah santri yang ada saat ini sekitar 7.000 orang dan berasal dari beberapa provinsi.
Baca juga : Mendag Zulhas Fokus Pada Perbaikan Harga Komoditas Di Tingkat Petani
Namun, yang mendapatkan pelatihan program vokasi ini berjumlah 60 santri. Selain untuk santri, ada juga proses seleksi Training of Trainer (ToT) untuk para guru.
Baca juga : Pengamat: Langkah Kapolri Nonaktifkan Kadiv Propam Sangat Tepat
"Proses seleksi ini memilih tiga orang guru untuk ikut pelatihan vokasi di Universitas Airlangga Surabaya dengan beberapa materi. Yaitu, Manajemen & Bisnis, Informasi & Teknologi dan Kesehatan," ujar Kholiq. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.