RM.id Rakyat Merdeka - Layanan dan jangkauan kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat di wilayah timur Indonesia, terus bertambah dan makin bagus. Fasilitas rumah sakitnya juga makin lengkap. Dan sekolah-sekolahnya makin baik.
Begitulah yang disaksikan oleh Rakyat Merdeka, saat ikut meninjau fasilitas rumah sakit dan sekolah, yang dibangun Lippo Group di sejumlah tempat di Indonesia Timur.
Rakyat Merdeka mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden Direktur Siloam Hospital Group Caroline Riady ke timur Indonesia, pada 31 Agustus sampai 3 September 2022.
Berikut video kunjungan kerja Caroline, saat meresmikan fasilitas MRI di RS Siloam Kupang:
Caroline Riady menggunting pita peresmian fasilitas MRI di RS Siloam Kupang. (31 Agustus 2022, Ratna Susilowati)
Cucu pendiri Lippo Group Mochtar Riady itu sangat energik. Terlihat selalu bersemangat. Padahal, jadwalnya sangat padat.
Dari Jakarta, terbang ke Surabaya. Lalu ke Kupang, dan berlanjut ke Papua.
Di wilayah paling timur Indonesia itu, Caroline terbang menggunakan pesawat kecil, masuk ke distrik-distrik pegunungan yang terisolir di Korupun dan Nalca.
Baca juga : John Riady: Genjot Kualitas Pendidikan Dan Kesehatan Harus Libatkan Semua Pihak
Sebelum kembali ke Jakarta, Caroline singgah lebih dulu di Labuan Bajo.
“Pagi sarapan di Sentani, Papua. Makan siangnya di Ambon. Lalu makan malam di Labuan Bajo. Luar biasa,” komentar salah seorang anggota rombongan.
Di semua tempat itu, Caroline Riady mengecek dan melihat rumah sakit dan klinik yang dipimpinnya.
Saat ini, Siloam Group mengoperasikan lebih dari 40 rumah sakit dan puluhan klinik di seluruh Indonesia. Caroline mengunjungi rumah sakit dan memperhatikan dengan detail.
Ke ruang ICU, perawatan, mengecek fasilitas dan berbicara dengan para dokter, menyapa para perawat dan menyemangati semuanya.
Dia juga mempertemukan semua stakeholder terkait, untuk menyelesaikan beberapa persoalan, dan melakukan banyak kolaborasi. Baik dengan institusi pemerintahan, atau sektor swasta lainnya.
Di Kupang, RS Siloam kini memiliki Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla. Dia resmikan penggunaannya, pada Kamis (1/9).
Di Labuan Bajo, Caroline mengundang Bupati Manggarai Barat, untuk menandatangani prasasti peresmian layanan internasional.
Baca juga : Muhadjir Ungkap 2 Indikator Utama IPM Tercapai
Tahun ini, Siloam Hospital Group menanamkan investasi senilai Rp 2,7 triliun untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Saya ditanya, apakah Siloam untung? Saya menjawab, iya. Kalau tidak untung, Siloam sudah bubar. Namun, keuntungan yang kami dapat, kami investasikan kembali untuk memperkuat jaringan pelayanan. Bahkan, menambah jaringan layanan kesehatan baru bagi masyarakat,” kata Caroline.
Khusus di Kupang NTT, Siloam berinvestasi untuk pembangunan rumah sakit baru, pengembangan layanan termasuk meng-up grade fasilitas dan penambahan alat medis baru.
Di NTT, Siloam Hospitals Group memiliki dua rumah sakit bertaraf internasional, yakni Siloam Hospitals Kupang di Kota Kupang dan Siloam Hospitals Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat.
“Ketersediaan alat medis seperti MRI, Catheterization Laboratory (Cath Lab) atau disebut juga kateterisasi jantung dan angiografi, serta mammografi sudah ada. Ke depan, kita fokus membangun konstruksi jejaring rujukan di beberapa daerah berupa klinik. Agar layanan kesehatan masyarakat menjadi lebih maksimal,” papar Caroline.
Selain itu, peralatan medis yang modern dan terbaru, bisa memacu profesionalitas tenaga medis, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang maksimal.
Caroline Riady menjelaskan beberapa penyakit yang bisa dideteksi oleh MRI, Rabu (31/8). (Video: Ratna Susilowati)
Baca juga : Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Indonesia Tak Lagi Impor Tempat Tidur Rumah Sakit
Investasi ini memerlukan komitmen bersama. Selain mengandeng pemerintah dan mitra kerja, Siloam Hospitals Group membutuhkan kepercayaan publik untuk mendorong peningkatan layanan kesehatan yang lengkap.
Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh merasa senang, dengan adanya alat medis baru di Siloam.
“Alatnya canggih dan modern, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan MRI tidak perlu khawatir dengan pembiayaannya. Pemerintah melalui BPJS Kesehatan, akan meringankan beban masyarakat menengah ke bawah,” tutur George.
Dengan adanya MRI di Siloam Hospitals Kupang, katanya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk berobat ke luar daerah.
“Mudah-mudahan, pelayanan kesehatan di Kota Kupang semakin baik. Ini menjadi motivasi, agar rumah sakit daerah juga bisa memiliki MRI agar pelayanan makin lengkap,” katanya.
Di seluruh Kupang, memang baru Siloam yang memiliki alat MRI.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.