Sebelumnya
“Ini bukan biaya kecil. Kami harus lihat kemampuan fiskal Indonesia, seberapa jauh menyerap ini. Siapa yang seharusnya mendanai ini. Apakah filantropi, multilateral, bilateral atau swasta tertarik masuk,” katanya.
Baca juga : Prabowo-Puan Sepakat Bangun Komunikasi Politik Terbuka
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, mempercepat pensiun dini PLTU batubara akan menelan biaya lebih dari 32 miliar dolar AS hingga 2050.
Baca juga : Alumni Fakultas Pertanian Unikarta: IKN Bangkitkan Bisnis Pangan Lokal
Namun, kata Fabby, rencana tersebut mempunyai manfaat positif terhindarnya biaya subsidi listrik dari PLTU. Dan biaya kesehatan yang masing-masing berjumlah 34,8 miliar dolar AS dan 61,3 miliar dolar AS.
Baca juga : Hadirkan Layanan Listrik Prima, 3 Proyek PLN UIP Jawa Bagian Barat Resmi Bertegangan
Menurutnya, biaya subsidi listrik dan kesehatan itu 2 hingga 4 kali lebih besar dari biaya aset terbengkalai, penghentian pembangkit (decommissioning), transisi pekerjaan dan kerugian penerimaan negara dari penghentian batubara. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.