BREAKING NEWS
 

Kurangi Emisi Karbon, PLN Siap Pimpin Transisi Energi Indonesia

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 17 Oktober 2022 18:35 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) menyampaikan upaya transisi energi korporasinya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir (kedua kiri), Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury (kanan), dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair (kedua kanan) dalam acara State Owned Enterprise (SOE) International Conference 2022 di Nusa Dua Bali, Senin (17/10). Dengan peta jalan yang telah di susun, PLN optimistis dapat mencapai NZE pada 2060.

 Sebelumnya 
Percepatan retirement tersebut dapat dilakukan ketika kapasitas EBT pengganti sudah operasional, aspek just transition terpenuhi, tidak menyebabkan peningkatan beban keuangan yang memberatkan pemerintah. Dan adanya bantuan pendanaan dari komunitas internasional.

Selain early retirement, PLN akan mencapai NZE di 2060 dengan mengoperasikan PLTU dengan Carbon CaptureUtilization, and Storage (CCUS) sebesar 19 GW.

Inisiatif lainnya seperti biomass cofiring di beberapa PLTU juga akan dilakukan untuk mencegah emisi di masa mendatang.

Baca juga : Ke Belanda, PSSI Pantau Pemain Keturunan Indonesia

"Tak hanya mempensiunkan PLTU eksisting, PLN juga tidak akan melakukan pembangunan PLTU, kecuali penyelesaian pembangunan yang saat ini sudah dalam tahap konstruksi," papar Darmawan.

Untuk bisa mempensiunkan PLTU, PLN tentu butuh dana yang tidak sedikit. Pemerintah telah meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM) sebagai salah satu strategi pembiayaan untuk mempensiunkan PLTU ini.

Darmawan menjelaskan meski mempensiunkan PLTU dilakukan secara bertahap, namun PLN tidak tinggal diam dalam upaya mengurangi emisi di PLTU yang telah beroperasi.

Baca juga : Surge Luncurin Metaverse Transportasi Pertama Di Indonesia

PLN berinovasi dengan melaksanakan program co-firing biomassa untuk PLTU. Pelaksanaan program co-firing di PLTU milik PLN yang dimulai dari tahun 2020 telah berhasil dilakukan pada 32 lokasi PLTU.

Melalui substitusi sebagian batubara dengan biomassa sehingga berdampak terhadap peningkatan bauran EBT dan penurunan emisi karbon.

“Ini adalah ekosistem energi berbasis kerakyatan karena pasokan biomassa akan dipenuhi dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense