BREAKING NEWS
 

Didukung Tujuh BUMN

WIMA Kebut Program Sepeda Motor Listrik

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 22 Oktober 2022 07:30 WIB
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury memberikan keterangan saat konferensi pers hari terakhir acara State-Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Selasa (18/10/2022). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym).

 Sebelumnya 
Dukungan Pemerintah

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengapresasi recana BUMN memakai kendaraan listrik untuk operasional.

Menurutnya, upaya tersebut menjadi awal mula pengenalan dan rencana masif ke masyarakat dalam menciptakan pasar kendaraan roda dua listrik.

“Produksi motor listrik perlu didukung karena kendaraan itu lebih hemat energi. Apalagi BUMN sebagai pelopor, itu sangat bagus dan perlu didukung,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Gandeng 7 BUMN Lain, IDSurvey Kebut Program Bebas Emisi Karbon

Fabby menyebut, pengisian baterai isi ulang motor listrik hingga penuh membutuhkan waktu tiga sampai empat jam. Sekali pengisian, motor dapat digunakan untuk menempuh jarak 50 kilometer (km).

Jika dikonversi dalam rupiah, pengguna hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 1.800 untuk satu kali isi ulang baterai hingga penuh.

“Sementara motor biasa butuh Pertalite Rp 10.000 untuk menempuh jarak 40 hingga 50 kilometer. Efisiensi Gesits bisa dilakukan dari segi energi,” kata dia.

Efisiensi itu, sebut Fabby, setidaknya juga bisa membantu negara menyelesaikan persoalan yang timbul akibat impor BBM dan minyak mentah. Apalagi jumlah kendaraan roda dua di Indonesia sangat banyak. Pemerintah juga perlu mengurangi impor BBM dan defisit perdagangan bisa terkendali.

Baca juga : Dukung Ganjar Presiden 2024, Emak-Emak Binjai Kepincut Program Kredit Murah

Ia menambahkan, pemakaian motor listrik bisa mengurangi jumlah polusi karena kendaraan itu tidak mengeluarkan emisi. Karena itu, tegas Fabby, untuk mendukung industri motor listrik, Pemerintah perlu turut serta menciptakan pasar motor listrik.

Pasar sepeda motor di Indonesia cukup tinggi hingga mencapai sekitar 6 juta unit per tahun, menurut data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Di China, Pemerintah menciptakan pasar motor listrik dengan melarang sepeda motor dengan combustion engine (mesin pembakaran) di zona-zona tertentu.

“Hal itu, membuat industri motor listrik berkembang dan meningkat. Selain itu, Pemerintah juga bisa membantu produsen untuk membuat harga motor listrik lebih terjangkau,” katanya.

Baca juga : Bamsoet Dorong Percepatan Peralihan Sepeda Motor Konvensional Ke Listrik

Fabby bilang, harga motor listrik saat ini sekitar Rp 25 jutaan. Menurutnya, kurang menarik bagi para konsumen karena tidak jauh berbeda dengan motor biasa. Sementara di China dan Taiwan, harga motor listrik hanya belasan juta rupiah.

Karenanya dia menyarankan, Pemerintah untuk tidak terlalu overprotective terhadap motor listrik ini. Setidaknya dalam waktu tiga sampai lima tahun pertama, Pemerintah bisa beri intensif me[1]bantu kinerja produsen. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense