Sebelumnya
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga tersebut, Airlangga menyampaikan pentingnya global solidarity yang telah terbukti ketika pandemi Covid-19 melanda dunia.
“Pandemi Covid-19 menunjukkan kepada kita bahwa global solidarity bukan hanya jargon. Tidak ada yang benar-benar aman, sampai seluruh dunia aman,” kata Airlangga.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya menghubungkan kembali semua ekonomi APEC, sebagai kunci meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Dia mengusulkan dua fokus kebijakan, yakni sinergi sistem kesehatan dan konektivitas digital.
Baca juga : Jokowi Rayu Hong Kong Investasi Di IKN
“Akses untuk mendapatkan vaksin dan transparansi dalam kebijakan kesehatan hal yang fundamental untuk pembukaan akses perjalanan yang aman, serta menghubungkan kembali kawasan APEC,” ujarnya.
Sedangkan perbedaan jenis vaksin yang selama ini masih jadi perdebatan di beberapa negara, juga tidak perlu menjadi penghambat untuk pelaku perjalanan dalam kawasan APEC.
Lebih lanjut, Airlangga mendorong interoperability sertifikat vaksinasi di antara ekonomi APEC. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengakui dan menerima berbagai macam jenis vaksin.
Baca juga : Jokowi Rayu PM Australia, Untuk Kerja Sama Baterai Mobil Listrik Di Indonesia
“Indonesia telah mempeloporinya dengan mengakui 98 jenis vaksin berbeda dari ekonomi APEC dan terus melakukan asesmen untuk pengakuan lebih banyak jenis vaksin Covid-19,” terang Airlangga.
Dia juga menggarisbawahi peran penting dari konektivitas digital yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia telah membangun interoperability aplikasi pelacakan Covid-19 PeduliLindungi dengan aplikasi pelacakan lainnya. Seperti TraceTogether (Singapura), Tawakkalna (Saudi Arabia), dan European Union DCC (Uni Eropa).
Baca juga : Bertemu Presiden Dewan Eropa, Jokowi Bahas Krisis Pangan Dan Energi
Kendati demikian, Airlangga melihat masih terdapat tantangan untuk mewujudkan konektivitas digital. Salah satunya digital divide, baik di dalam maupun antarekonomi APEC.
Menurut Airlangga, APEC perlu mempromosikan interkonektivitas kawasan yang lebih luas. APEC dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan yang ditimbulkan.
“Public Private Partnership dapat kita dorong untuk pengembangan infrastruktur digital dan sumber daya manusia,” pungkas Airlangga. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.