Sebelumnya
Sekarang sudah diselenggarakan pembenahan layanan angkutan umum dengan skema pembelian layanan (buy the service) 11 kota. Ada tiga kota rencananya diberikan tambahan koridor baru dengan menggunakan armada bus listrik, yaitu Trans Metro Dewata (Bali), Trans Pasundan (Bandung) dan Trans Semanggi Surabaya (Surabaya).
Agar Hemat BBM
Pada Mei 2022, Kementerian Keuangan menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun ini sebanyak Rp 349,9 triliun. Dengan tambahan ini, anggaran subsidi dan kompensasi energi 2022 menjadi Rp 502,4 triliun (Kompas.id, 25 Agustus 2022).
Laporan dari Kementerian Keuangan menunjukkan BBM bersubsidi di Indonesia rata-rata lebih dari 80 persennya dinikmati oleh golongan masyarakat ekonomi menengah ke atas. Setidaknya dari dua jenis BBM bersubsidi, yakni solar dan pertalite ternyata yang dinikmati oleh masyarakat tidak mampu relatif minim, yakni rata-rata kurang dari 20 persen.
Baca juga : Narasi Kebangsaan Sangat Penting di Era Digital
Komposisi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia terbesar untuk transportasi, yakni 79,14 persen. Berikutnya industri 12,62 persen, komersial 1,48 persen, rumah tangga 0,74 persen dan lainnya 6,03 persen. Jika mengacu angka subsidi BBM Rp 502,4 triliun, maka subsidi di sektor transportasi Rp 397 triliun.
Sementara, komposisi pengguna BBM subdidi (ESDM, 2012) sebanyak 93 persen dinikmati kendaraan pribadi (mobil 53 persen dan sepeda motor 40 persen), 4 persen mobil barang dan 3 persen transportasi umum.
Impor BBM sudah di atas 50 persen, tentunya akan mengganggu keuangan negara. Bagi daerah-daerah yang kesulitan mendapatkan penyaluran BBM, sebaiknya didesak warganya menggunakan kendaraan listrik.
Penggunaan Bus Listrik Harus Berlanjut
Baca juga : Kendaraan Listrik, Solusi Untuk Tekan Impor BBM
Warga Kota Agats Kab. Asmat Provinsi Papua sejak 2007 telah menggunakan kendaraan listrik dalam mobililitas kesehariannya. Bahkan sejak 2011 sudah diterbitkan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati yang mengatur kewajiban penggunaan kendaraan listrik. Saat ini tercatat lebih dari 4.000 unit kendaraan listrik beroperasi di Kab. Asmat. Hal yang mungkin tidak dinyana oleh pemerintah pusat jika sebenarnya ada warga Indonesia sudah lama menggunakan kendaraan listrik. Ojek dengan kendaraan listrik sebagai angkutan umum wajib berpelat kuning dan pengemudinya berseragam.
Transportasi menggunakan kendaraaan listrik diharapkan mampu mengatasi krisis energi dan mendukung udara bersih. Perbanyak kota-kota di Indonesia untuk segera membenahi layanan transportasi umum dengan menggunakan bus listrik produksi dalam negeri.
Melibatkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejumlah BUMN besar untuk pengadaan bus listrik akan sangat membantu produktivitas bus buatan PT Inka. Eforia penggunaan kendaraan listrik tidak hanya heboh saat KTT G20. Namun ini adalah momentum makin gencarnya penggunaan kendaraan lisrik terutama bus listrik sebagai sarana transportasi umum di banyak kota.
Baca juga : Angkasa Pura Properti Sukses Pukau Delegasi KTT G20
Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.