Sebelumnya
BUMN Harus Untung
Belum lama ini, Erick menyampaikan laporan yang dia terima terkait Dana Pensiun BUMN. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebesar 65 persen dana pensiun di perusahaan pelat merah bermasalah.
Hanya 35 persen saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik. “Saya mau bersih-bersih, mumpung masih ada waktu,” ucapnya.
Baca juga : Jadi Cawapres Dambaan Milenial, Pengamat Sebut Erick Thohir Figur Pemimpin Muda
Ke depan, lanjut Erick, dengan sistem yang baik dan insan BUMN yang bertanggung jawab, BUMN bisa terus memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat dan berkontribusi untuk negara.
Ia pun meminta perusahaan pelat merah harus bisa meraih untung, agar bisa menekan praktik korupsi di BUMN. Salah satu caranya adalah dengan memangkas sebagian besar perusahaan, untuk dibentuk holdingisasi atau merger dengan perusahaan sejenis.
Targetnya adalah merampingkan perusahaan dari 108 menjadi 41, dan diciutkan lagi menjadi 30 perusahaan saja. Lalu, yang tadinya labanya Rp 13 triliun sekarang Rp 124,7 triliun, tahun ini naik lagi.
Baca juga : Jaga Stabilitas Harga Sembako, Erick Thohir Lakukan Operasi Pasar
“Artinya apa? BUMN harus untung. Supaya keuntungan ini diberikan kepada negara melalui Pemerintah Pusat, nanti diberikan lagi ke Pemerintah Daerah sebagai program yang pro rakyat,” ujarnya.
Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan bisa dirasakan seluruh pihak. Termasuk dalam hal ini orang-orang yang berada di dalam BUMN.
“Kalau perusahaannya untung, bisa menekan tindak korupsi. Karena apa? Kalau mereka tak digaji dengan baik, mereka akan korup, toh keuntungannya buat negara,” ujar Erick.
Benefit lainnya jika BUMN mencetak cuan, sambung Erick, adalah bisa melakukan intervensi pasar dengan tujuan mengendalikan harga. Misalnya ketika pandemi, ketika harga masker melonjak hingga Rp 100 ribu per box. BUMN justru mampu menjual harga dengan hanya Rp 5 ribu saja per box. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.