RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,10 persen ke level Rp 15.189 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di level Rp 15.205 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,22 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, baht Thailand naik 0,07 persen, peso Filipina naik 0,14 persen, ringgit Malaysia menguat 0,17 persen, won Korea Selatan melesat 0,44 persen, rupee India melemah 0,27 persen dan yuan China turun 0,06 persen.
Baca juga : Bayar Pakai SeaBank Kini Bisa Dengan QRIS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya stagnan di level 103,16. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,02 persen ke level Rp 16.286, terhadap poundsterling Inggris naik 0,08 persen ke level Rp 18.424, dan terhadap dolar Australia menguat 0,26 persen ke level Rp 10.554.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS naik terhadap mata uang lainnya, karena investor semakin khawatir tentang laporan inflasi AS minggu ini, yang dapat menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Masih Kurang Tenaga
Hal ini menguatkan adanya peluang lebih banyak pengetatan moneter oleh Federal Reserve. “Karena data terus menunjukkan momentum positif AS, dolar berada pada kecepatan untuk kenaikan mingguan kedua terhadap sekeranjang enam mata uang, kenaikan yang belum pernah terlihat sejak Oktober,” ujarnya dalam riset, Selasa (14/2).
Ibrahim memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 15.200 hingga Rp 15.280 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.