Sebelumnya
Ecomision berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang telah ditentukan, dan memiliki teknologi exhaust fan pada bagian bawah sebagai penyedot udara kotor, dan bagian dalam alatnya akan berisi adsorben sebagai pengadsorbsi udara kotor akibat emisi karbon, serta lubang ventilasi pada bagian atas sebagai jalan keluarnya udara yang telah dibersihkan. Ecomision akan menggunakan adsorben yang berbahan dasar daun trembesi yang dapat menyerap polutan dari karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan. Adsorben merupakan bahan yang sangat berpori, dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding dinding pori atau pada letak-letak tertentu di dalam partikel itu (Tandy et al., 2012).
Mekanisme penyerapan karbon dari Ecomision ini yaitu udara yang banyak mengandung karbon monoksida akibat gas buangan dari kendaraan bermotor akan tersedot ke dalam alat melalui bagian bawah yang merupakan sebuah penyedot udara berupa kipas exhaust fan yang dapat digunakan pada lapangan terbuka seperti di jalan raya. Udara kotor yang masuk ke dalam alat, akan diadsorbsi oleh adsorben yang terbuat dari daun trembesi yang memiliki kandungan tanin, flavonoid, saponin, steoid, cardiac glycosides, dan terpenoid. Kandungan ini dapat menyerap emisi karbon monoksida pada udara (Sentiyaki et al., 2018).
Baca juga : Menperin: Mobilnya Enak, Nyaman, Suspensi Bagus
Adsorbsi oleh daun trembesi akan membersihkan udara. Dan udara yang telah bersih akan dikeluarkan melalui lubang ventilasi di bagian atas alat Ecomision.
Ecomision merupakan inovasi berupa filter udara yang memanfaatkan daun trembesi sebagai bahan utama pembuatan adsorben dan menggunakan teknologi exhaust fan sebagai alat bantu penyedot udara kotor untuk dibersihkan.
Baca juga : Perluas Pasar Ekspor Eropa, Kemenperin Boyong 11 IKM Kerajinan Ke Jerman
Daun trembesi tersedia cukup banyak di Indonesia. Tanaman ini pertumbuhannya cepat dan tersebar di banyak wilayah tanah air, sehingga bisa menjamin keberlanjutan inovasi Ecomision.
Teknologi ini akan membantu menjaga kesehatan masyarakat. Penurunan tingkat polusi udara dari gas karbon monoksida, dapat menjadi bagian untuk mewujudkan tujuan ke-7 dari SDG’s 2030 yaitu Energi bersih dan terjangkau (affordable and clean energy). Penurunan tingkat polusi udara yang disebabkan oleh adanya inovasi Ecomision juga akan membuat lingkungan dan energi yang digunakan masyakarat menjadi semakin bersih dan terjangkau.
Baca juga : Remajakan Armada, Blue Bird Siapkan Kocek Rp 2 T
Ecomision dapat mewujudkan tujuan ke-13 dari SDG’s 2030 yaitu Penanganan perubahan iklim (climate action). Polusi udara dan pengaruh efek rumah kaca akan berkurang, sehingga ikut menjaga iklim dunia tetap stabil. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.