RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi Indonesia tampil apik dan mendapat antusias peserta di ajang Internasional North Africa dan Eropa Energy Conference (NAEPEC) di Barcelona, Spanyol, 13-16 Maret 2023.
Ajang para investor migas Internasional ini dihadiri delegasi Indonesia yang terdiri atas, Erwin Suryadi, Vice President SKK Migas, Irawan Josodipuro, dan Senior Engineer Project Pertamina Hulu Mahakam, Senior Analyst Pertamina Sub Holding.
Kemudian Andre Coudilo, local content specialist SKK Migas dan Noor Wibawa, R & D Technical Support Manager Luas Biru Utama dan Kelvin Octavianus Djohan, Engineering Manager Teknologi Rekayasa Katup.
Mereka menceritakan keberhasilan pembinaan dalam negeri ke pemerintah dan pelaku bisnis Eropa dan Afrika.
Baca juga : Bamsoet Pastikan Formula E Jakarta 2023 Siap Digelar pada 3-4 Juni
“Pada Conference ini kita menjelaskan pembinaan kapasitas nasional dengan kolaborasi antara pemerintah dalam hal ini SKK Migas - KKKS dan para investor,” ujar Vice Presiden SKK Migas, Erwin Suryadi yang juga Ketua Tim Task Force Forum Kapasitas Nasional SKK Migas.
Erwin mengatakan, keberhasilan mengantarkan program kapasitas nasional ke level internasional, menunjukan kepercayaan internasional atas kerja keras yang telah dilakukan SKK Migas dan KKKS serta pabrikan dalam negeri dalam hal menjalankan amanat pemerintah terkait dengan pemberdayaan industri dalam negeri.
“Kita ingin menunjukan bahwa SKK Migas dan KKKS sudah melakukan apa yang diharapkan Presiden Jokowi, terkait penggunaan produk lokal,” ujar Erwin.
Pada kesempatan ini, Delegasi Forum Kapasitas Nasional, memperkenalkan delapan produk lokal yang seluruh prosesnya dipandu dan dievaluasi oleh Subject Matter Expert (SME) dari SKK Migas dan KKKS.
Baca juga : Bos Mandiri Ajak Investor Dukung Pembangunan IKN
Selanjutnya, produk yang telah berhasil dibina tersebut juga mendapatkan suport dari pemerintah melalui SKK Migas sehingga produk tersebut menjadi salah satu produk kelas internasional dan terbaik di Asia.
Selain inovasi produk itu sendiri, dalam sesi ini juga diketahui telah terjadi peningkatan multiplier effect yang sangat signifikan dalam 4 tahun terakhir. Selain terdapat penambahan pekerja juga terdapat penambahan perusahaan-perusahaan dalam negeri yang menjadi supplier dari perusahaan tersebut.
Dalam sesi technical, dipresentasikan mengenai upaya SKK Migas dalam mendorong terjadinya penelitian-penelitian yang dilakukan oleh badan usaha dalam rangka meningkatkan level teknologi Indonesia untuk mengurangi emisi CO2 dengan mengkonversinya sebagai produk yang bisa bermanfaat sekaligus mendukung program dekarbonisasi yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.
Presentasi technical ini, menjadi sangat penting karena tanpa teknologi yang tepat guna, maka perusahaan dalam negeri akan kesulitan untuk dapat mendukung keberhasilan dari program dekarbonisasi tersebut.
Baca juga : Gelar MIF 2023, Bank Mandiri Siap Datangkan 500 Investor Asing
Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah dari beberapa negara di Afrika dan juga Eropa. Selain dari perwakilan negara-negara tersebut, juga hadir perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Spanyol yang diwakili Head Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yaitu Freddy Josep Pelawi.
Freddy menyampaikan dukungan serta suport kepada delegasi Indonesia yang hadir di ajang NAEPEC 2023. Kedepannya, dia berharap Renewable Energy dapat diproduksi di Indonesia dan dapat bermanfaat untuk seluruh dunia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.