Sebelumnya
Terpisah, Pengamat Ekonomi Digital dari Institut of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda melihat, startup di Indonesia berpotensi semakin sulit mendapatkan pendanaan setelah SVB bangkrut. Ini mengingat, porsi pendanaan dari AS ke startup digital Tanah Air cukup besar.
Untuk itu Nailul berharap, agar sumber pendanaan dari dalam negeri dapat ditingkatkan lagi, guna mengantisipasi dampak tutupnya SVB, yang merupakan bank AS yang berfokus pada pendanaan startup. Bahkan, di India sudah lebih dahulu memberikan perhatian, untuk mengantisipasi pelemahan pendanaan startup.
Baca juga : Silicon Valley Bank Tutup, OJK Pastikan Industri Perbankan RI Aman
“Dugaan kuat penyebab dari kasus SVB yakni, tingkat suku bunga AS yang meningkat tajam dan pengelolaan dana yang buruk,” ungkap Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Kemudian, nasabah menarik dana untuk mereka tempatkan ke bank dengan suku bunga yang lebih tinggi. Sementara, kinerja startup yang mempunyai utang ke SVB, sedang menurun.
Baca juga : Kanwil Kemenkumham Banten Ajak Masyarakat Gunakan Produk Lokal
Selanjutnya, uang SVB di Pemerintah pun bertenor jangka panjang. Alhasil SVB kelimpungan mencari dana untuk menutupi likuiditasnya.
Sedikit berbeda, Investment Partner GDP Venture, Antonny Liem menyebut, fenomena tech winter yang terjadi saat ini bukan terjadi lantaran SVB runtuh, melainkan situasi dan kondisi perekonomian global yang menantang bagi upaya pemulihan dan berdampak bagi industri startup.
Baca juga : Mirip Jokowi, Tapi Tak Sehebat Jokowi
“Kenaikan cost of capital ini dikarenakan faktor makro seperti perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada naiknya harga energi, dan pandemi Covid-19 mengganggu global supply chain dan lainnya,” jelasnya dalam keterangan, Kamis (16/3).
GDP Venture yang merupakan salah salah satu lini usaha Grup Djarum ini mengaku, tidak akan gegabah melakukan injeksi modal ke startup. “Kami akan menyuntikkan modal ke startup yang punya nilai, serta beberapa kriteria yang sudah ditentukan modal ventura ini,” rincinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.