Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Ganjar Yang Surveinya Naik Terus

Mirip Jokowi, Tapi Tak Sehebat Jokowi

Kamis, 5 Januari 2023 07:37 WIB
Dari kiri: Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat nge-mall bareng di Pekanbaru, Riau, Rabu (4/1). (Foto: Istimewa)
Dari kiri: Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat nge-mall bareng di Pekanbaru, Riau, Rabu (4/1). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus naik menjelang Pilpres 2024. Kondisi ini mirip dengan Presiden Jokowi saat mendekati Pemilu 2014. Namun, jika dilihat lebih jauh, Ganjar masih tak sehebat Jokowi.

Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI), elektabilitas Ganjar ada di puncak dengan 35,5 persen. Di bawahnya ada Anies Baswedan dengan 28,3 persen. Sedangkan Prabowo Subianto ada di urutan ketiga dengan 26,7 persen.

Menurut Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi, tingginya elektabilitas Ganjar ini berkorelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi. Korelasi ini terlihat sejak Juni 2021 hingga Desember 2022.

“Kita temukan pola konsisten. Ketika approval (kepuasan kinerja) Presiden naik, elektabilitas Ganjar ikut naik. Demikian juga sebaliknya. Jadi elektabilitas Ganjar masuk dalam frame oleh approval rating Jokowi,” terang Burhan, saat memaparkan hasil surveinya, secara daring, kemarin. 

Berita Terkait : Silakan Sandiaga Maju Pilpres, Tapi Nggak Lewat Gerindra

Temuan tersebut, menurut dia, didapatkan karena banyak masyarakat yang menganggap Ganjar sebagai penerus Jokowi. Apalagi, keduanya sama-sama kader PDIP. 

"Ini polanya persis mengikuti dan menjelaskan bagi PDIP, bagi Ganjar, dan Jokowi. Mungkin Ganjar dianggap sebagai little Jokowi begitu ya, tapi poinnya adalah polanya itu mengikut approval rating dari Jokowi," tambahnya. 

Di 2013, lonjakan elektabilitas terjadi pada Jokowi. Dalam survei CSIS yang digelar November 2013, elektabilitas Jokowi mencapai 34,7 persen. Saat itu, Jokowi sudah unggul tiga kali lipat dibanding pesaingnya, Prabowo Subianto, yang hanya 10,7 persen.

Hebatnya lagi, kenaikan elektabilitas Jokowi saat itu, tidak nyantol ke mana-mana. Murni sendiri. Tidak seperti Ganjar saat ini, yang nyantol dengan kepuasan publik ke Jokowi. Saat itu, Jokowi juga baru setahun menjabat sebagai Gubernur DKI. Sedangkan Ganjar saat ini sudah hampir 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Berita Terkait : Jokowi Kasih Kode Ke Banyak Tokoh

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Kornas Ganjarist, Kris Tjantra, menegaskan bahwa Jokowi dan Ganjar punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, tujuan keduanya sama. "Yaitu Indonesia emas dan Indonesia lebih hebat," ucap Kris, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin. 

Dia mengakui Jokowi memang presiden cerdas dan hebat. Jokowi mampu membawa ekonomi Indonesia bergigi di mata dunia. Karena itu, kata dia, butuh suksesi kepemimpinan yang kinerjanya seirama Jokowi.

"Cita-cita Indonesia Emas 2045 seperti pembangunan IKN, infrastruktur itu semua harus ada kesinambungan. Kami melihat bahwa Pak Ganjar yang paling pantas untuk melanjutkan itu," tutur dia. 

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo, mengaku ada benarnya bila Ganjar disebut little Jokowi. Sebab, memang ada kemiripan antara Jokowi dan Ganjar.

Berita Terkait : Momen Ganjar Pranowo Sambut Presiden Jokowi Di Tengah Hujan

"Saya pikir sebutan little Jokowi itu mengindikasikan adanya kemiripan visi misi antara Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo," ucap Wasis, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.■