Sebelumnya
Fokus Pertumbuhan
Terpisah, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto melihat, pencapaian PKT sebagai anak usaha BUMN (Badan Usaha Milik Negara) perlu diapresiasi. Apalagi Pupuk Kaltim merupakan salah satu pabrik pupuk terbesar di Pupuk Indonesia Group.
Baca juga : KSP Moeldoko Apresiasi Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan
“Saya kira PKT termasuk salah satu andalan untuk segera go public, karena perusahaan ini adalah perusahaan terbesar dari sisi fasilitas produksi, memiliki sumber pasokan gas yang andal, memiliki fasilitas pelabuhan dalam tujuan ekspor,” jelas Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dikatakan Toto, PKT menjadi perusahaan yang bergerak bukan saja di produksi pupuk, namun juga produk derivasinya yang punya nilai jual tinggi. Di samping itu, pupuk yang akan diproduksi juga mulai fokus pada produksi NPK yang mempunyai nilai jual tinggi.
Baca juga : Dukung Inovasi Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Borong Prestasi Di TKMPN 2022
Untuk itu, sambungnya, langkah-langkah penguatan memang perlu dilakukan PKT. Salah satunya lewat Initial Public Offering (IPO). Ia melihat, upaya IPO menjadi langkah bagus untuk memberikan alternatif pendanaan bagi perusahaan negara.
Pasalnya selama ini, sebagian besar perusahaan negara dan afiliasinya lebih memilih instrumen utang sebagai sumber financing. Sehingga menjadi beban berat saat terjadi krisis seperti pandemi ini karena bunga harus tetap dibayar.
Baca juga : Raih Predikat National Lighthouse, Pupuk Kaltim Pastikan Dukung Making Indonesia 4.0
“Dengan IPO, maka instrumen financing akan bersifat ekuitas, sehingga jika perusahaan BUMN melakukan IPO, hal ini akan memberikan dampak bagus buat keseimbangan struktur pembiayaan BUMN dan anak BUMN,” kata Toto.
Diketahui, sepanjang kuartal IV-2022, pabrik pupuk yang berpusat di Bontang, Kalimantan Timur ini mencetak laba Rp 14,59 triliun, naik 137 persen dari tahun lalu. Kualitas manusia prima dan teknologi produksi yang mumpuni, adalah faktor kesuksesan PKT di tengah kenaikan harga pupuk urea global yang mencapai puncaknya pada April 2022. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.