Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ajukan Permohonan Ke Jokowi Terkait G20
PM Kanada Nggak Mau Duduk Di Sebelah Putin
Sabtu, 2 April 2022 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau nggak mau duduk berdekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi organisasi Group of Twenty (G20) di Nusa Dua, Bali, Oktober mendatang.
Trudeau sudah menyampaikan permintaannya itu kepada Presiden Joko Widodo, selaku pemimpin KTT G20 pada Kamis (31/3).
Kanada merupakan salah satu negara yang menolak kehadiran Putin di G20. Namun, karena Indonesia memutuskan mengundang semua anggota tanpa pengecualian, Kanada menghormatinya.
Trudeau mengingatkan, kehadiran Putin di G20 akan membawa dampak buruk bagi kelancaran forum.
Baca juga : Kata Gibran, Jokowi Nggak Mau 3 Periode
“Itu akan menjadi masalah besar bagi banyak negara, termasuk Kanada. G20 adalah soal bagaimana kita mengelola dan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, “ kata Trudeu dikutip AFP, kemarin.
Trudeau menegaskan, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina sudah menghambat pertumbuhan ekonomi dunia. Negeri Beruang Putih tidak mungkin bisa menjadi rekan konstruktif dalam mengelola krisis yang diciptakan negara itu atas agresinya sendiri di Ukraina.
Baca juga : Bertemu Park Byeong Seug, Jokowi Siap Perkuat Kerja sama RI- Korea Selatan
“Intinya, tak mungkin hal itu menjadi urusan biasa bagi Vladimir Putin yang hanya duduk di sekitar meja berpura-pura semuanya baik-baik saja. Karena itu tidak baik-baik saja, itu salahnya,” semprot Trudeau.
Kehadiran Putin di G20 menjadi perbincangan publik usai Indonesia memutuskan mengundang semua negara organisasi ini. Sebagian negara anggota G20 meminta Putin jangan diundang karena agresi militernya di Ukraina. Mereka yang menolak di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia. Bahkan, Presiden AS Joe Biden menyuarakan pengusiran Rusia dari G20.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya