BREAKING NEWS
 

Jadi Nomor Dua Tertinggi Di Antara Negara G20

Airlangga: Ekonomi Kita Solid

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 6 Mei 2023 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia TW-I tahun 2023 di Jakarta, Jumat (5/5/2023). (Foto: Khairizal Anwar/RM).

 Sebelumnya 
“Tren pertumbuhan ekonomi tahunan masih tumbuh pada level lima persen menandakan tren pertumbuhan ekonomi In­donesia masih stabil,” kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, kemarin.

Ekonomi tercatat tinggi secara tahunan karena seluruh lapangan usaha pada kuartal I-2023 ini tumbuh positif. Tertinggi ada sek­tor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 15,93 persen; akomodasi dan makan minum tumbuh 11,55 persen; dan jasa lainnya tumbuh 8,90 persen.

Pertumbuhan terendah ada di sektor usaha konstruksi yang hanya tumbuh 0,32 persen, lalu pertanian tumbuh 0,34 persen, dan real estat hanya tumbuh 0,37 persen.

Baca juga : Pengamat Apresiasi PLN Cetak Kinerja Terbaik Di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Lapangan usaha dominasi cukup besar yaitu industri, per­dagangan, pertambangan, perta­nian, dan konstruksi itu semua tumbuh positif.

“Jadi, kegiatan-kegiatan terse­but kalau dihitung sekitar 65,02 persen menyumbang PDB triwu­lan I-2023,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2022 yang tumbuh 0,36 persen, perekonomian ini terkontraksi 0,92 persen secara kuartalan. Ini mengikuti tren yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga : Ekonomi Kita Moncer

Pada kuartal I-2022 ekonomi juga terkontraksi 0,94 dan 2021 kontraksi 0,93 persen, kuartal I-2020 terkontraksi 2,41 persen dan kuartal I-2019 terkontraksi 0,52 persen.

“Pertumbuhan kuartalan ini mengikuti pola yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk triwulan satu memang selalu kontraksi,” ujarnya.

Edy menambahkan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama ekonomi tri­wulan I-2023, yang tumbuh 5,03 persen secara tahunan (yoy).

Baca juga : Airlangga: Potensi Ekonomi Karbon Kita Rp 8.000 Triliun

Dia mengatakan, momen Ra­madan 2023 mendorong per­tumbuhan konsumsi makanan dan minuman, meski tak terlalu signifikan lantaran hanya ter­dapat sembilan hari puasa pada kuartal pertama tahun ini.

Pertumbuhan konsumsi ru­mah tangga tertinggi terjadi pada konsumsi transportasi dan komu­nikasi, yang tercermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan penumpang angkutan rel, laut, dan udara, serta konsumsi restoran dan hotel, yang tercermin dari peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. ■  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense