Sebelumnya
“Presiden mengajak negara anggota G7 menjadi mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia,” kata Retno dalam keterangan pers virtual, kemarin.
Menurut Retno, Presiden menyampaikan yang dibutuhkan dunia saat ini adalah kolaborasi yang mempersatukan. Negara-negara penghasil produk strategis harus bersatu meraih kemajuan.
Baca juga : Prabowo: Berkat Jokowi, Indonesia Disegani Negara Lain
“Presiden Jokowi menegaskan, yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah polarisasi yang memecah belah, melainkan kolaborasi yang mempersatukan,” ujar Retno.
Usulan ini pun sebelumnya pernah diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Baca juga : KAI Pamer Produk Hasil UMKM Binaan Di Ajang Fest on Train 2023
Bahlil pernah mengajak beberapa negara penghasil nikel untuk membuat organisasi negara-negara penghasil nikel.
Usulan ini dicetuskan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional, Promosi Ekspor, Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng, tahun lalu. Kanada merupakan salah satu negara penghasil nikel seperti Indonesia.
Baca juga : Produksi Plastik Virgin Mau Dikurangi, Industri Petrokimia Terancam
Sebagai sesama negara yang kaya akan hasil nikel, menurut Bahlil, adanya organisasi seperti OPEC untuk negara penghasil minyak, dapat mengkoordinasikan dan menyatukan kebijakan komoditas nikel.
Apalagi, Indonesia saat ini sedang memprioritaskan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam rangka pengembangan ekosistem kendaraan listrik. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.