BREAKING NEWS
 

Produk Sawit Kita Dikucilkan

Jokowi Protes Uni Eropa

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Selasa, 23 Mei 2023 06:45 WIB
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang. (Foto: BPMI Setpres).

 Sebelumnya 
“Presiden mengajak negara anggota G7 menjadi mitra pem­bangunan hilirisasi industri In­donesia,” kata Retno dalam keterangan pers virtual, kemarin.

Menurut Retno, Presiden me­nyampaikan yang dibutuhkan dunia saat ini adalah kolaborasi yang mempersatukan. Negara-negara penghasil produk strategis harus bersatu meraih kemajuan.

Baca juga : Prabowo: Berkat Jokowi, Indonesia Disegani Negara Lain

“Presiden Jokowi menegas­kan, yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah polarisasi yang memecah belah, melainkan ko­laborasi yang mempersatukan,” ujar Retno.

Usulan ini pun sebelumnya pernah diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordi­nasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Baca juga : KAI Pamer Produk Hasil UMKM Binaan Di Ajang Fest on Train 2023

Bahlil pernah mengajak be­berapa negara penghasil nikel untuk membuat organisasi negara-negara penghasil nikel.

Usulan ini dicetuskan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional, Promosi Ekspor, Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng, tahun lalu. Kanada merupakan salah satu negara penghasil nikel seperti Indonesia.

Baca juga : Produksi Plastik Virgin Mau Dikurangi, Industri Petrokimia Terancam

Sebagai sesama negara yang kaya akan hasil nikel, menurut Bahlil, adanya organisasi seperti OPEC untuk negara penghasil minyak, dapat mengkoordinasi­kan dan menyatukan kebijakan komoditas nikel.

Apalagi, Indonesia saat ini se­dang memprioritaskan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam rangka pengembangan ekosistem kendaraan listrik. ■  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense