BREAKING NEWS
 

Dongkrak Skala Ekonomi, Petani Berlahan Sempit Dan Nelayan Dikonsolidasikan Melalui Koperasi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 4 Juli 2023 19:32 WIB
Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
“Kita tahu di sektor perikanan, 60 persen biaya yang dikeluarkan ada pada bahan bakarnya. Para nelayan harus membeli harga bahan bakar solar jauh dari harga subsidi yang ditentukan," ujar Zabadi.

Zabadi mengatakan, pihaknya mengupayakan 250 desa kampung nelayan untuk dapat difasilitasi SPBU nelayan ke depannya.

Baca juga : Dubes Kanada Nadia Burger Ucapin Selamat Hari Kanada Di Sosial Media

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute Tungkot Sipayung menyampaikan, petani dan koperasi sawit merupakan penggerak ekonomi pedesaan yang tercatat signifikan mengurangi kemiskinan dan pengangguran di pedesaan.

“Mengapa petani sawit memerlukan koperasi? Karena skala usaha perkebunan sawit rakyat relatif kecil dan menyebar, jalan sendiri-sendiri memiliki posisi tawar lemah, serta secara lokal berada dalam dua kekuatan monopsonistis dan monopolistis,” kata Tungkot Sipayung.

Baca juga : Menaker Ingin Perusahaan Prioritaskan Keselamatan Kerja

Ia menekankan pentingnya para petani sawit untuk memiliki organisasi ekonomi yang mengintegrasikan hulu-hilir sehingga dapat mencapai skala ekonomi.

“Dengan begitu, para petani sawit rakyat yang hanya bergerak pada on farm dapat memiliki nilai tambah pada mata rantai bisnis sawit,” ujarnya.

Baca juga : Nelayan Lamongan Girang Belanja Sembako Murah

CEO Rumah Kesejahteraan Pendi Yusup menambahkan, dengan berkoperasi para petani dan nelayan akan merasakan manfaat ekonomi yang lebih ketimbang berjalan sendiri-sendiri.

“Koperasi bisa menjawab kebutuhan anggota, dalam konteks petani mampu memenuhi kebutuhannya. Selain itu dengan mengkonsolidasikan diri maka akan tercapai skala ekonomi, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih murah,” tegas Pendi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense