Sebelumnya
Untuk mencapai itu, lanjut Airlangga, Pemerintah menargetkan 80 persen masyarakat masuk dalam kelas menengah. Kemudian, kontribusi industri manufaktur mencapai 28 persen atau naik dari saat ini 19 persen.
“Industri manufaktur juga harus mampu menyerap 25,2 persen tenaga kerja,” ujar Airlangga.
Tak hanya itu, sektor keuangan Indonesia harus semakin maju dan beragam jika ingin Indonesia menjadi negara maju.
Baca juga : Ngeri Amat, Setiap Tahun, 969 Ribu Orang Indonesia Kena TBC
“Sektor keuangan Indonesia harus semakin advance, semakin dalam, makin likuid, makin diverse,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, belum lama ini.
Wanita yang biasa disapa Ani itu mengatakan, sejauh ini, sektor keuangan Indonesia masih didominasi oleh perbankan.
“Bukan berarti itu buruk, tapi itu tidak menggambarkan kebutuhan finansial yang semakin terdiversifikasi,” ujarnya.
Baca juga : Teh Pucuk Harum Less Sugar Raih Penghargaan Dari PERGIZI PANGAN Indonesia
Selain itu, Ani melihat tren masyarakat kelas menengah masih terbatas dalam menetapkan instrumen investasi keuangan mereka. Sisi regulasi keuangan Indonesia juga terbilang masih tertinggal.
Tingkat literasi perbankan di kalangan masyarakat Indonesia masih di bawah 50 persen. Sementara literasi teknologi finansial atau financial technology (fintech) masih sekitar 10 persen.
Data itu, kata dia, menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami berbagai produk di sektor keuangan.
Baca juga : RTI Jadi Garda Terdepan Inovasi Pertamina
“Dibutuhkan aturan di sektor keuangan yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman, sekaligus mendorong Indonesia untuk mewujudkan visi emas 2045,” tegas Ani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.