Sebelumnya
Sekaligus, bentuk penciptaan nilai tambah yang direalisasikan Pupuk Kaltim dalam mendorong ekosistem supply chain.
"Ini guna mendukung praktik ekonomi sirkular, dengan mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat yang merujuk pada empat pilar SDGs," kata Budi.
Ia menjelaskan, program Kilau Samudera mengusung konsep pemberdayaan masyarakat untuk perbaikan ekosistem perairan dan terumbu karang. Serta, mendorong kemandirian dengan mengedepankan kemanfaatan melalui cakupan yang lebih luas di Kota Bontang.
Budi menegaskan, program ini dikembangkan secara terukur, dengan sasaran utama merubah pola pikir masyarakat nelayan untuk menghentikan aktivitas Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan (PITRAL).
Program yang diinisiasi sejak 2017 ini berangkat dari keprihatinan Pupuk Kaltim terhadap maraknya aktivitas PITRAL di perairan Bontang, yang sangat berdampak terhadap kesinambungan ekosistem dan biota laut.
Dengan adanya program konservasi terumbu karang yang juga dikembangkan Pupuk Kaltim sejak 2009, akan turut terdampak jika aktivitas penangkapan ikan masih dilakukan secara tidak ramah lingkungan.
Baca juga : Dukung TIFF 2023, Pupuk Kaltim Usung Tema Transformasi Industri
Melalui program ini, Pupuk Kaltim tidak hanya menitikberatkan pada konservasi perbaikan terumbu karang di perairan Bontang.
"Tapi, juga merangkul masyarakat yang awalnya pelaku PITRAL menjadi motor utama penggerak program, melalui kelompok dengan nama Kimasea di Kelurahan Loktuan Bontang Utara," ujar Budi.
Mulai awal pembinaan, kata dia, kelompok Kimasea dibekali edukasi akan pentingnya menjaga ekosistem perairan dan penangkapan ikan dengan ramah lingkungan.
Lalu, diikuti berbagai pelatihan dan pemberdayaan seperti pembuatan media terumbu hingga monitoring perkembangan area konservasi secara berkala.
Selain itu, kelompok ini juga berperan dalam mengajak nelayan di Kota Bontang mengentaskan persoalan rusaknya ekosistem perairan.
"Kesadaran masyarakat dalam menjaga perairan sebagai tanggungjawab bersama turut meningkat," ujar Budi.
Baca juga : Pupuk Indonesia Grup Borong 27 Penghargaan Di Ajang TJSL CSR Award 2023
Tak hanya itu, pembinaan ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran nelayan dalam menjaga ekosistem perairan, dengan mendorong aksi nyata penyelamatan ekosistem perairan tanpa ada lagi aktivitas destruktif dalam penangkapan ikan.
Hal ini dinilai penting, sebab program konservasi tidak akan tercapai sesuai sasaran, jika kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem perairan tidak turut dibentuk.
Budi menambahkan, lima tahun pembinaan, kelompok Kimasea mampu mendirikan usaha pembuatan media terumbu karang berbagai model, dengan total 14 anggota.
"Mereka tidak hanya melayani kebutuhan untuk program konservasi Pupuk Kaltim, tapi juga memasok berbagai pesanan dari pemerintah, lembaga, maupun perusahaan lain di Kota Bontang," bebernya.
Dari kesinambungan upaya tersebut, hingga saat ini pihaknya telah meletakkan kurang lebih sekitar 6.822 media terumbu seluas 8.356 meter persegi, serta berhasil memunculkan tutupan terumbu seluas 3.557 m persegi.
"Program konservasi dilakukan menggunakan media terumbu buatan dan transplantasi di perairan Tobok Batang Kota Bontang," katanya.
Baca juga : Kenalkan Dunia Industri, Pupuk Kaltim Hadirkan Coworking Space Di UGM
Ia menilai, partisipasi aktif kelompok Kimasea secara bertahap turut merubah pola pikir nelayan yang meninggalkan pola tangkap tidak ramah lingkungan. Serta, beralih melakukan penangkapan hasil laut dengan lebih bertanggung jawab.
Hal ini memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, dimana dari hasil kajian Social Return On Investment (SROI) tahun 2022, setiap anggota kelompok mampu mendapatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 70 juta per tahun.
Melihat manfaat yang dihasilkan, pihaknya pun memperluas program melalui pembentukan kelompok baru sejak 2022, dengan nama Karaka di Kelurahan Bontang Kuala.
"Hingga kini, dua kelompok binaan tersebut secara aktif terus meningkatkan partisipasi dan peran dalam menekan aktivitas PITRAL di perairan Bontang. Serta, mengembangkan kapasitas anggota untuk menggiatkan langkah konservasi terumbu secara berkelanjutan," katanya.
Sesuai prinsip ESG, perluasan konservasi dan rehabilitasi terumbu akan terus dikembangkan sebagai komitmen perusahaan, menjalankan bisnis yang selaras dengan lingkungan. Sekaligus, mempertahankan keseimbangan alam dan ekosistem secara kontinyu.
"Ini sebagai komitmen kami, terhadap empat pilar SDGs melalui konsep pembinaan berkelanjutan. Mengingat, kesejahteraan masyarakat juga fokus dari pengembangan program konservasi terumbu yang dikembangkan melalui manfaat TJSL," pungkas Budi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.