RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menekankan pentingnya solusi pembiayaan alternatif untuk mendorong UMKM naik kelas yang disampaikan dalam APEC SME Working Group (SMEWG) Meeting ke-56 di Seattle, Amerika Serikat (AS).
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Sesmenkop UKM) Arif Rahman Hakim yang juga Ketua Delegasi RI mengatakan, sebagaimana di sebagian besar negara lain, UMKM mendominasi sistem usaha di Indonesia bahkan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.
Baca juga : Tanggapi Megawati, Alexander Marwata: Pemberantasan Korupsi Bukan Cuma Tugas KPK
“UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian bangsa Indonesia dengan sumbangsih mencapai 60,5 persen terhadap PDB nasional, 99,9 persen dari unit usahaa, hingga berkontribusi sebesar 15,6 persen terhadap ekspor non migas,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (24/8).
Namun demikian, dengan kontribusinya yang besar terhadap perekonomian, UMKM Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.
Baca juga : ESDM Apresiasi Kenaikan Peringkat Pertamina Di Fortune Global 500
Dari sisi pembiayaan dan investasi, Arif mengatakan rasio kredit UMKM tergolong masih rendah dan baru ditargetkan mencapai 30 persen pada tahun 2024.
“Hingga tahun 2022, rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan masih stagnan di rasio 21,41 persen dengan nilai kredit sebesar Rp 1,42 triliun dari total nilai kredit perbankan sebesar Rp 6,49 triliun,” kata Arif.
Baca juga : Peringkat 141, Pertamina Satu-satunya Perusahaan RI Di Fortune Global 500
Dalam mengatasi tantangan pembiayaan dan Investasi di Indonesia, Kemenkop UKM menerapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM Indonesia.
Mulai dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR), akses pembiayaan melalui PNM Mekaar atau Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera dan unit layanan PNM Mikro, hingga mendorong UMKM untuk memasuki platform Peer-to-Peer-Lending (P2PL) dan Securities-Crowd-Funding (SCF).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.