Sebelumnya
Acara peluncuran aplikasi PLN Climate Click ini dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, dan Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hari Wibowo.
Selain itu, Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Edo Mahendra, Koordinator Perlindungan Lingkungan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bayu Nugroho dan Executive Vice President (EVP) Transisi Energi dan Keberlanjutan PLN Kamia Handayani.
Baca juga : Hari Pelanggan Nasional, CEO Smartfren Layani Langsung Pelanggan di Galeri
Nani bilang, penyelenggaraan NEK dilakukan untuk mendukung pencapaian target NDC. Sebab, perdagangan karbon tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga ke luar negeri.
Untuk itu, perlu disusun skema perdagangan karbon luar negeri yang dapat mengakomodasi pasar wajib dan pasar sukarela, dalam upaya mendorong mobilisasi pendanaan internasional untuk mitigasi iklim.
Baca juga : Daikin Siapkan Strategi Bisnis Kurangi Jejak Karbon
“Selanjutnya, PLN diharapkan bisa menjadi penyuplai utama offset karbon dari pembangkit EBT,” katanya.
Pengamat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memuji keseriusan PLN dalam menghadapi perdagangan karbon yang akan diterapkan di Indonesia.
Baca juga : Terima Pengurus IDCTA, Bamsoet Dorong Pengembangan Perdagangan Karbon
“Aplikasi yang diluncurkan PLN, bisa menjadi salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur besaran karbon yang bisa diperjualbelikan nantinya,” kata Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.