Sebelumnya
Dalam dialog tersebut, tokoh masyarakat Tanjung Banon Gerisman Ahmad berharap, pembangunan di Pulau Rempang dilanjutkan dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat melayu.
Gerisman bilang, masyarakat mendukung pembangunan di Pulau Rempang yang dilakukan Pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau swasta.
“Apalagi sudah menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Saya berharap ke Menteri sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, marwah kami orang melayu diperhatikan,” ujar Gerisman.
Baca juga : Kunjungi Rempang, Airlangga Pastikan Pemerintah Bangun Rumah Untuk Warga
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, persoalan warga Rempang, Batam, Kepulauan Riau, saat ini sudah ditangani dengan baik.
Luhut mengakui, tindakan Pemerintah yang ingin merelokasi warga Rempang pada tahap awal atau beberapa waktu lalu, kurang pas.
Menurutnya, saat ini tim di lapangan telah menangani perselisihan pelaksanaan rencana PSN dengan warga Rempang secara baik. Dia pun meminta kekurangan Pemerintah dalam melaksanakan suatu kebijakan tidak dibesar-besarkan.
Baca juga : Caleg NasDem: Perlindungan Hak Anak Kunci Penting Generasi Indonesia
Dalam kesempatan itu, Luhut membantah temuan Ombudsman bahwa warga Rempang diminta menandatangani surat kesediaan direlokasi secara paksa.
Menurutnya, Pemerintahan Presiden Jokowi sudah berpengalaman menyelesaikan konflik lahan. Salah satunya, konflik di Mandalika, Lombok, yang sudah terjadi puluhan tahun.
“Asal pendekatan baik, kita semua meneruskan aturan. Jadi, posisikan aturan dengan baik, tidak ada yang boleh menang sendiri,” kata Luhut.
Baca juga : Kerek Kompetensi SDM, Airlangga Berangkatkan 2.000 Peserta Magang Ke Jepang
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 2/10/2023 dengan judul Bakal Diperkuat Perpres, Airlangga Pastikan Hak-hak Warga Rempang Terpenuhi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.