Sebelumnya
“Sekarang ini, stok cukup banyak. Untuk pupuk subsidi saja, hampir 3 kali lipat dari ketentuan dan serapannya sekarang sudah mencapai 70 persen," ujar Rahmad.
Selain itu, lantaran ada penundaan musim tanam, maka akan ada penyerapan di bulan November. Sehingga, pada oktober 2023 ini stok di seluruh kios sudah tersedia.
"Pak Menteri minta di 26.000 kios pupuk subsidi, harus tersedia juga pupuk nonsubsidi dan kita akan all out. Sekarang sudah 60 persen kios juga menyediakan pupuk non subsidi,” ujar Rahmad.
Baca juga : Hadapi Musim Tanam, Plt Mentan Pastikan Stok Pupuk Mencukupi
Rahmad memastikan, pupuk bersubsidi akan terdistribusi dengan baik dari produsen ke kios-kios resmi.
Dalam pendistribusian, pihaknya menggunakan 13 kapal dengan 179 rute, 8.107 truk sewa dengan 1.049 rute, serta mengoperasikan 4 komplek pelabuhan khusus.
"Seluruh jaringan distribusi tersebut terpantau secara digital dan realtime," kata Rahmad.
Baca juga : Tenang, Stok Beras Aman
Adapun, syarat untuk mendapat pupuk bersubsidi sesuai dengan Permentan 10/2022 adalah wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), serta menggarap lahan maksimal dua hektare.
Selain itu, Permentan 10/2022 juga mengatur komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, yaitu bawang merah, bawang putih dan cabai, padi, jagung, kedelai, tebu rakyat, kopi dan kakao.
"Sebagai BUMN, Pupuk Indonesia memastikan produksi dan ketersediaan pupuk bersubsidi terjaga, sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya," pungkas Rahmad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.