Sebelumnya
Suharso menyatakan, beberapa upaya telah dilakukan, perlu dilanjutkan serta dipertajam. Terutama untuk memperbaiki data secara total pada setiap lapisan masyarakat dan integrasi program yang disertai pemberdayaan ekonomi yang masif.
Bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas telah melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membuat Regsosek yang dimaksudkan, antara lain mengurangi inclusion-exclusion errors kepada para penerima manfaat dari program-program nasional.
Baca juga : Jelang Natal Dan Tahun Baru, Pembatasan Logistik Diharap Tak Beratkan Industri
Artinya, ada kesesuaian akurasi target siapa yang berhak menerima bansos dengan mengacu Regsosek.
Seperti diketahui, pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrim juga menjadi salah satu arah kebijakan pembangunan nasional yang menjadi tumpuan guna mencapai sasaran pembangunan.
Baca juga : Satuan Kerja KPU Kudu Jamin Keamanan Siber
Pada 2022, tingkat kemiskinan berhasil diturunkan di bawah 10 persen menjadi 9,57 persen pada 2022 dari target 6-7 persen pada tahun 2024.
Apabila kondisi pelaksanaan program dan data belum berubah, itu artinya belum ada integrasi antara Regsosek dan penerima manfaat (beneficiary), maka outlook tingkat kemiskinan 2024 sebesar 7,99 persen.
Baca juga : Harga Bawang Dan Cabe Bagus, Beras Perlu OP
“Untuk mencapai miskin ekstrem nol, perlu mengentaskan maksimum 5,6 juta orang pada tahun 2024,” jelasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 26/10/2023 dengan judul Jokowi Minta Penyaluran Bansos Pake Data Regsosek, Airlangga: Bantuan Beras Berlanjut Desember 2023
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.