Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Rintis Pengolahan Big Data Pemilu

Satuan Kerja KPU Kudu Jamin Keamanan Siber

Senin, 25 September 2023 06:45 WIB
Komisioner KPU Bidang Data dan Infor­masi Betty Epsilon Idroos. (Foto: Antara)
Komisioner KPU Bidang Data dan Infor­masi Betty Epsilon Idroos. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah merintis pengolahan Big Data Pemilu. Pengolahan Big Data ini perlu dirintis dengan perencanaan dan pengaturan data yang baik.

“Kebijakan baru ini akan terus dilakukan pada masa sebelum, saat dan setelah pemilu berlangsung,” ujar Komisioner KPU Bidang Data dan Infor­masi Betty Epsilon Idroos dalam keterangannya, kemarin.

Ke depan, kata Betty, Divisi Data dan Teknologi Informasi KPU tidak hanya bicara terkait data pemilih. Tapi juga bicara bagaimana cara me-manage data, sehingga bernilai informasi.

Baca juga : IESR Dan Ford Foundation Serukan Pemusatan Keadilan Kemitraan Transisi Energi

“Ini dilakukan untuk mewu­judkan satu peta data pemilu,” jelasnya.

Betty meminta Satuan Kerja (Satker) KPU dapat menjamin tiga hal dalam keamanan siber. Pertama, aspek kerahasiaan terkait data pribadi. Kedua, aspek integritas kerja dan juga hasil Pemilu 2024. Ketiga, aspek ketersediaan data yang salah satunya road map data informasi manajerial big data yang akan dimiliki.

“Potensi serangan siber di KPU menjelang Pemilu 2024 agar dapat dimitigasi. Tujuan­nya, untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu, termasuk sistem infor­masi yang dimiliki,” imbuhnya.

Baca juga : Lebih Dari Satu Abad, Gereja Di Kupang Kini Punya Sertipikat

Sementara, Senior Democracy Data Analist International Founda­tion for Electoral Systems (IFES) Cassandra Emmons menekankan, pentingnya big data pemilu seba­gai ruang informasi yang dikum­pulkan selama proses pemilu.

Menurut dia, data-data seperti pendaftaran pemilih, partisipasi pemilu dan integritas, data ten­tang kandidat pemilu, gender, umur, disabilitas, etnis calon dapat dengan mudah ditemukan dari big data tersebut.

“KPU sebagai pusat informasi kepemiluan, data yang dikum­pulkan dalam big data harus bersifat terstruktur,” sarannya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.