BREAKING NEWS
 

Dukung Ketahanan Pangan, Kospermindo Ekspor 100 Ton Rumput Laut Ke China

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 4 November 2023 16:42 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (kedua kanan) saat melakukan gunting pita sebagai simbolis peresmian ekspor rumput laut ke China, di Makassar, Sulsel, Sabtu (4/11/2023). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
"Dalam hal ini, koperasi berperan menjadi agregator sekaligus pengolah rumput laut. Bisa melalui kerja sama dengan perusahaan besar untuk teknis mesin dan pengolahan," jelasnya.

Dukungan Kebijakan Afirmasi

Lebih jauh Ketua Kospermindo Arman Arfah menjelaskan, ekspor yang dilakukan koperasi bimbingannya, tiap bulan mengirim lebih dari 7.000 ton ke China.

Adsense

Para petani rumput laut di seluruh Indonesia, telah mampu mencukupi kebutuhan ekspor luar negeri sejak tahun 2004, sehingga jika ada kewajiban memenuhi kebutuhan dalam negeri pun jadi masalah.

"Riset terkait pengolahan rumput laut kita sudah ada, tinggal arah kebijakan yang dibutuhkan dan oportunity yang sangat besar untuk dimanfaatkan. Kami berharap Kemenkop UKM bisa mendorong itu (kebijakan afirmasi subtitusi impor) dalam mencukupi pasar luar dan dalam negeri," katanya di kesempatan yang sama.

Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan, PTPN III Bentuk Subholding PalmCo dan SupportingCo

Laut Indonesia sambung Arman, menjadi laut terpanjang kedua dunia yang potensinya harus dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat di dalam negeri sendiri.

Arman pun menjamin, jika nanti kebijakan tersebut diterapkan, tak hanya kebutuhan luar negeri yang tercukupi, dalam negeri pun ikut tercukupi.

"Kita yang budidaya, mengolah dan mengkonsumsinya sendiri. Saya bisa pastikan, kualitas rumput laut kita jauh lebih bagus dari yang ada di luar negeri. China sudah lama pakai rumput laut dari Indonesia dan diolah di sana, Jepang pun sama, bahan baku agar-agar mereka merupakan supply rumput laut dari Indonesia," ungkapnya.

Di Indonesia kata Arman, terdapat 500 jenis rumput laut potensi ekonomi. Namun yang tergarap baru empat jenis. Yaitu, teleslaria, kotonik, dan spinosum.

"Yang paling banyak dikirim ke luar negeri adalah jenis potonik, teleslaria dan spinosum. Kalau tiga jenis ini saja bisa dikelola dengan baik, kita mampu produksi sebanyak 350.000 ton, dan sebesar 200.000 ton-nya untuk ekspor. Ini membangun ketahanan pangan dalam negeri," kata Arman.

Baca juga : KPI Resmikan Desa Energi Berdikari Kalijaran

Ia menegaskan, dalam proses hilirisasi, koperasi sangat membutuhkan dukungan dan dorongan dari Pemerintah.

"Kami siap terlibat dalam hilirisasi, maka kita butuh dukungan dari Kemenkop UKM untuk proses hilirisasi tersebut," pintanya.

Diketahui, Kospermindo memiliki anggota sebanyak 2.000 anggota yang mayoritas merupakan petani rumput laut.

Selain membawahi Kospermindo, Arman juga merupakan Ketua Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia yang memiliki anggota sebanyak 10.000 orang di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Hongbo selaku Head Quality Control perwakilan dari perusahaan China, Green Fresh mengatakan, dalam mengolah berbagai produk mulai dari es krim, sosis, puding, kue, roti dan mie, mendapat supply bahan baku dari rumput laut Indonesia, tepatnya Sulsel.

Baca juga : Dorong UMKM Go Global, BNI Xpora Genjot Ekspor Rumput Laut

Green Fresh sendiri merupakan pabrik terbesar dunia dari Xiamen, China.

"Kami mendapat supply rumput laut dari Sulsel sebanyak 7.000 ton per bulan, dengan kualitas rumput laut yang sangat bagus. Saat ini, kami memiliki satu pabrik pengolahan di Situbondo, Jawa Timur, untuk pengolahan agar-agar dengan kapasitas 1.000 ton yang juga bekerja sama dengan koperasi," jelasnya.

Diakui Hongbo, dalam mengolah produk dari bahan baku rumput laut, memang dibutuhkan investasi yang tak murah. Mulai dari teknologi, hingga harga mesin pengolahan yang bisa mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp 100 miliar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense