Sebelumnya
Selain itu, penerapan Teknologi Ulir Filter ini dilakukan dengan cara memodifikasi petak garam yang dibuat secara berulir untuk mempercepat laju air agar lebih cepat tua sehingga mempercepat proses kristalisasi garam.
Jika dengan menggunakan metode konvensional proses kristalisasi air tua membutuhkan waktu 21-28 hari, dengan adanya teknologi ulir filter mampu mempercepat proses kristalisasi mencapai 14 hari.
Teknologi Ulir Filter ini juga memanfaatkan limbah padat Non B3 PHE WMO berupa pipa sebanyak 0,34785 ton.
Salt Centre Terintegrasi juga mengusung inovasi Pengembangan Siram Berbakat untuk menyelesaikan permasalahan sampah di pesisir, baik organik dan juga anorganik.
Baca juga : Ganjar Dapat Pelukan Hangat Susi Pudjiastuti
Dengan inovasi tersebut, pengelolaan sampah bekerja sama dengan Rumah Daur Ulang (RDU) Kabupaten Bangkalan.
Sampah yang telah dikumpulkan oleh kelompok selanjutnya ditukar dengan briket, yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk proses kristalisasi garam.
Garam yang diproses dengan evaporasi dengan memanfaatkan briket ini juga memiliki hasil yang lebih putih dan halus.
Inovasi ini juga mampu meningkatkan kapasitas produksi mencapai 50kg per hari.
Baca juga : PM Netanyahu: Israel Pertimbangkan Jeda Taktis, Gencatan Senjata Tetap No
Field Manager PHE WMO Markus Pramudito menjelaskan untuk menjaga stabilitas harga berupa pengembangan HUB “Jaringan Kerjasama Petani Garam Rakyat”.
Melalui inovasi ini, petani garam tidak hanya dari Desa Banyusangka tetapi desa sekitar lainnya seperti Desa Tlangoh juga bekerjasama dengan BUMDes Wijaya Kusuma dalam proses distribusi garam.
Dengan adanya kerjasama ini BUMDes Wijaya Kusuma telah mampu menjamin stabilitas harga garam khususnya di wilayah Desa Banyusangka dan sekitar Kecamatan Tanjungbumi.
Hingga saat ini sebanyak 7 petani garam bekerjasama dengan BUMDes Wijaya Kusuma.
Baca juga : HNW Harap Putusan MKMK Kembalikan Marwah Berkonstitusi
Program ini mendorong terjadinya kesepakatan kolektif yang ditunjukkan dengan adanya kesepakatan standarisasi harga yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan saling menguntungkan antara petani garam, pengrajin ikan asin dan juga BUMDes Wijaya Kusuma.
"Dengan demikian, program ini juga memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani garam," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.