BREAKING NEWS
 

Berdayakan Warga

Pertamina Hulu Kaltim Kembangkan Kampung Kopi Luwak

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 9 November 2023 17:30 WIB
Ketua Kelompok Tani Kopi Prabu, Rindoni. [Foto: Humas SKK Migas]

 Sebelumnya 
PHKT selalu memberikan pendampingan dan beragam pengembangan di bidang kopi. Salah satunya, melalui program Coffee Village. Sejumlah pelatihan telah diberikan, baik terkait kopi, maupun pendampingan di bidang lainnya terkait teknologi dan wisata.

“Berkat pendampingan dan pengembangan yang didukung PHKT, selama beberapa tahun ini sudah cukup banyak tamu yang berkunjung dan belajar tentang Kopi Luwak dan Liberika di Kapak Prabu, baik pemerintahan, lembaga, hingga universitas lokal, nasional, maupun asing,” sambung Rindoni.

Sementara Head of Communication, Relations & CID (CRC) PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Zona 10, Dharma Saputra menyatakan, PHI berkomitmen terus meningkatkan kapasitas serta kemandirian seluruh mitra binaan. Ini dibuktikan dengan terus dilakukannya upaya pendampingan serta memberikan dukungan berupa pengembangan kapasitas moril maupun materil kepada mitra binaan.

Baca juga : PHE WMO Kembangkan Salt Center Terintegrasi

"Bersama petani lokal di bawah Pak Rindoni, kami terus menjalin diskusi dan kerja sama terkait pengembangan program Kapak Prabu, agar kebermanfaatannya dapat dirasakan secara luas di masyarakat," jelasnya.

Sedangkan Manager CRC PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan menyatakan, PHI-Regional 3 Kalimantan berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat, selaras dengan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Selain pendampingan, kami juga memberikan bantuan berupa alat pemanggang kopi (coffee roaster) dan memasang solar panel di rumah produksi kopi, sebagai bagian komitmen kami untuk green energy, “ ungkap Dony.

Baca juga : Teken Kerja Sama, SBU JPP Pupuk Kaltim Sediakan Komponen Kereta Api Untuk INKA

Program Kapak Prabu tidak hanya mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi, namun juga mampu memberikan kontribusi serapan karbon 266,5 ton C02 dan pelepasan 416 ton gas 0² melalui penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Ke depannya, PHKT berencana mengembangan desa wisata ekologi di Kawasan Marangkayu. Apalagi saat ini, pengembangan Kopi Luwak di daerah ini masih secara alami. Artinya, luwak yang ada di lokasi ini bukan hasil penangkaran, tetapi memang luwak liar di sekitar perkebunan.

“Jadi dengan adanya wisata ekologi, paradigma masyarakat bahwa luwak adalah hama, dapat diubah menjadi luwak adalah hewan yang harus dilindungi kelestariannya. Karena bisa menghasilkan nilai ekonomis tinggi dari biji kopi yang dimakannya, “ tutur Dony. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense