BREAKING NEWS
 

Uni Eropa Makin Nyebelin

Susi Kesal Negara Pencuri Ikan Dibebaskan Tarif Ekspor Ikan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 15 Oktober 2019 08:44 WIB
Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto:Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti kesal dengan ulah Uni Eropa yang mengenakan tarif ekspor ikan Indonesia sebesar 20 persen. Sementara Vietnam sebagai negara pencuri ikan, dikasih nol persen.

Hal itu dinilai tidak adil karena negara-negara pesaing Indonesia lainnya seperti Vietnam mendapatkan tarif ekspor ke Uni Eropa nol persen. 

Susi meminta Uni Eropa membebaskan tarif ekspor Indonesia atau bea tarif nol persen untuk produk perikanan. 

“Saya akan ancam Uni Eropa untuk turunkan tarif ekspor. Masak negara yang curi ikan dapat 0 persen, Indonesia yang ikannya dicuri bayar 20 persen,” ketus Susi di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, kemarin. 

Baca juga : Ketua MPR Yakin, Polisi Bisa Cepat Rampungkan Kasus Penusukan Wiranto

Menurutnya, Indonesia menginginkan Uni Eropa juga membebaskan tarif ekspor ikan seperti perlakuan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. Apalagi Indonesia sudah berkomitmen memerangi illegal fishing sejak tahun 2015. 

“Makanya, Amerika nomor 1. Itu pun karena keberhasilan Undang-Undang Illegal Fishing. Karena kita perangi Amerika, mau itu tanpa perundingan bertele-tele kita minta saja,” katanya. 

Adsense

Susi mengatakan, jika Indonesia tidak mendapatkan tarif ekspor nol persen dari Uni Eropa, maka produk perikanan Indonesia akan semakin kalah bersaing. Khususnya dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. 

Untuk mengakali hal tersebut, lanjutnya, Indonesia mengekspor ikannya ke Eropa melalui Vietnam ataupun Thailand. 

Baca juga : 2 T Dikucurkan Tahun Depan

“Banyak produk kita sekarang tidak bisa masuk Eropa karena terlalu mahal. Akhirnya, Vietnam beli dari kita. Kita catat kemarin banyak impor kita. Kita kalah harga,” kata Susi. 

Menurut Susi, sampai saat ini Uni Eropa tak mau membebaskan tarif ekspor dari Indonesia karena Indonesia negara kaya. Hal ini dibuktikan dengan masuknya Indonesia ke dalam organisasi G20 sebagai anggota. 

“Karena kita G20 negara kaya. Kan kalau Timor Leste dapat nol persen. Papua Nugini nol persen karena negaranya belum maju,” ucapnya. 

Untuk mengatasi masalah ini, Susi sudah meminta bantuan kepada Menteri Perdagangan ataupun Menteri Luar Negeri untuk merayu Uni Eropa agar mau menurunkan tarif impor produk perikanan Indonesia. Sehingga Indonesia bisa bebas meng ekspor produk perikanannya tanpa melalui Vietnam. 

Baca juga : Nurul Ghufron Yakin, Revisi UU KPK Tidak Akan Memberatkan Tugasnya

“Harus ada perundingan. Kita sudah turunkan tarif ekspor,” tegas Susi. 

Seperti diketahui, saat ini ekspor produk perikanan Indonesia masih kalah dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Berdasarkan data, ekspor ikan Vietnam tahun lalu mencapai 8,9 miliar dolar AS. Sementara Indonesia baru memproyeksikan 5,9 miliar dolar AS pada 2020. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense