BREAKING NEWS
 

107 Juta Orang Rayakan Nataru

Posko Diperketat, Mudik Kudu Lancar Dan Aman

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 20 Desember 2023 07:10 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dalam Pembukaan Posko Pusat Angkutan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (19/12/2023). (ANTARA/Kuntum Riswan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi bakal ada 107 juta orang melakukan perjalanan wisata dan mudik selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) melalui jalur darat, laut dan udara. Masyarakat diminta mematuhi aturan demi keselamatan di perjalanan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat meng­gunakan fasilitas mudik gratis yang disediakan oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) maupun swasta, demi menekan angka kecelakaan.

“Saya sudah membuat surat, mudah-mudahan surat itu di-endorse oleh media dan fasilitas mudik gratis ini sangat mungkin bagi saudara-saudara kita akan melakukan perjalanan,” tutur BKS- sapaan Budi Karya Sumadi, saat Pembukaan Posko Pusat Ang­kutan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/12/2023).

Baca juga : Jelang Libur Nataru, PLN Pastikan Suplai Listrik Jakarta Aman

BKS mengakui, banyaknya warga yang merencanakan mudik Nataru tahun ini menjadi tantangan.

Hasil survei Kemenhub me­nyebutkan, mayoritas responden survei yang terdiri dari 40 ribu orang memilih mobil pribadi dalam melakukan perjalanan.

Selain karena penggunaan mobil dinilai lebih praktis da­lam melakukan mobilisasi, peningkatan infrastruktur jalan, terutama jalan tol juga menjadi alasan mudik menggunakan mo­bil lebih diminati. Kemudian, sebanyak 17 persen responden memilih mudik menggunakan motor.

Baca juga : Prabowo: Koperasi Pilar Pembangunan Bangsa, Harus Diperkuat Dan Dikembangkan

Survei juga mendata, 13 persen masyarakat akan memi­lih mudik dan berwisata meng­gunakan kereta api. Lalu, 11 persen menggunakan pesawat, 10 persen menggunakan bus, penyeberangan 6 persen dan kapal laut 3 persen.

BKS menjelaskan, semua sektor transportasi memiliki tan­tangan dan hambatan yang harus diantisipasi secara baik.

BKS meminta posko peman­tauan tersedia di setiap jenis moda transportasi agar mobilisasi masyarakat dapat terpantau lang­sung, serta memudahkan koordi­nasi antar Kementerian/Lembaga.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Jitu

“Perlu dibentuk posko-posko, baik di tingkat pusat, sektor kereta api, darat, laut dan udara agar kita dapat memantau secara langsung,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense