BREAKING NEWS
 

Gelar ASEAN CPA Conference di Bali

BRI Dukung Standar Akuntan Tanah Air Naik

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SISWANTO
Kamis, 17 Oktober 2019 10:40 WIB
Direktur Keuangan BRI Hru Koesmahargyo (kedua dari kiri) mendampingi menteri keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) memotong pita di acara The 1st Asean Certified Public accountant (CPA) Conference 2019 di Nusa Dua, Bali, kemarin. (Foto: Humas BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan akuntan Se-ASEAN mengikuti The 1st Asean Certified Public accountant (CPA) Conference 2019 di Nusa Dua, Bali.

Ketua Panitia Penyelenggara CPA Dirut BRI Heru Koesmahargyo. Penyelenggaraan The 1st ASEAN CPA Conference merupakan kerja sama Kementerian Keuangan dan Sekretariat ASEAN yang berkolaborasi dengan Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI).

Selain itu bekerja sama juga dengan Ikatan akuntan Indonesia (IAI), Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan ASEAN Federation of Accountants (AFA). Hadir dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sesuai dengan namanya, CPA merupakan sertifikasi yang diberikan untuk profesi akuntan publik. CPA di Indonesia sebelumnya menggunakan istilah Bersertifikat akuntan Publik (BAP), lembaga yang mengeluarkan sertifikat ini di Indonesia adalah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Baca juga : Kepala BNPB Doni Monardo Terima Medali Tokoh Standarisasi Nasional 2019

Heru Koesmahargyo mengatakan kegiatan ini penting dilakukan untuk sharing diskusi tentang kebutuhan dan tantangan akuntan dimasa yang akan datang. Pihaknya mendorong para akuntan memiliki uji kompetensi melalui CPA.

Sesuai dengan kesepakatan dan kesetaraan kualifikasi tenaga kerja bidang akuntansi yang dituangkan dalam Mutual Recognition Arrangement On Accountancy Services (MRA On Accountancy Services).

Dengan begitu, kata Heru, penyandang gelar sertifikasi ini dapat membuka kantor layanan akuntan publik di ASEAN setelah memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Adsense

“Jadi para akuntan kita bisa membuka atau bekerja di negara tetangga misalnya Singapura. Pasar ASEAN yang luas dan banyak ini harus dimanfaatkan secara baik bagi akuntan kita.

Baca juga : PLN Kalbar Resmikan 6 Pelanggan Listrik Premium

Tentunya dengan kualitas yang memadai salah satunya dengan memiliki sertifikat CPA karena aturan setiap masingmasing negara berbeda-beda,” ujarnya.

Dia menegaskan, sertifikasi CPA bagi akuntan ini sangat penting dilakukan. BRI sebagai korporasi pengguna jasa akuntan sangat membutuhkan akuntan yang profesional dengan pencatatan yang lebih transparan.

Sehingga kualitas laporan keuangan perbankan ke depan akan semakin lebih bagus.

“Jadi ini salah satu upaya untuk menciptakan profesi akuntan yang lebih baik,” jelasnya.

Baca juga : Indonesia–Selandia Baru Buka Peluang Kerja Sama Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja

Heru menambahkan saat ini jumlah akuntan yang sudah memiliki sertifikasi CPA seluruh ASEAN berjumlah 3.000 orang akuntan, dan sepertiganya atau lebih tepatnya sebanyak 12.000 akuntan berasal dari Indonesia.

Ditanya lebih lanjut keterlibatan BRI sebagai salah satu korporasi yang mendukung acara tersebut, Heru bilang pada dasarnya semua perusahaan, khususnya BUMN membutuhkan akuntan yang handal dan profesional.

Ia kemudian menjelaskan, korporasi pasti membutuhkan laporan balance sheet yang transparan, yang bisa dilaporkan ke publik.

“Ini langkah maju karena menjadi tanggung jawab terhadap publik, sehingga mereka bisa menilai kesehatan secara finansial. Dan BRI juga sebagai pengguna profesi akuntan. Dengan adanya CPA laporan pencatatannya tentu lebih bagus dan transparan,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense