Sebelumnya
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad melihat, 2024 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi ekonomi Indonesia.
Selain menjadi tahun terakhir dalam mencapai target ekonomi dan pembangunan yang disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, tahun 2024 juga menjadi tahun Pemilu yang membawa konsekuensi pada ekonomi Indonesia.
Selain itu, kata dia, kondisi global yang diproyeksikan masih melambat turut andil dalam pencapaian kinerja ekonomi domestik tahun depan.
Baca juga : Investasi Sektor Tambang Tumbuh 131 Persen Jadi USD 7,46 Miliar
“Pemerintah memiliki banyak tantangan yang perlu diperhatikan pada target pembangunan dan target ekonomi pada 2024,” kata Tauhid kepada Rakyat Merdeka, Jumat (29/12/2023).
Dilanjutkan, kapasitas fiskal dan ketahanan panganan menjadi pekerjaan berat Pemerintah. Ditambah lagi dengan perubahan iklim dan pemanasan global yang masih terjadi pada 2024.
Sementara, upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia juga semakin berat mencapai target, khususnya untuk kemiskinan ekstrem yang ditargetkan nol persen pada 2024.
Baca juga : Target Penerimaan Pajak Kudu Dikejar
“Karena itu, INDEF memproyeksikan ekonomi 2024 hanya tumbuh sebesar 4,8 persen. Tingkat pertumbuhan ini lebih rendah dari target Pemerintah dalam asumsi makro APBN 2024 sebesar 5,2 persen,” kata Tauhid.
Dia menjelaskan, faktor tekanan daya beli masyarakat bawah, moderatnya laju pertumbuhan kredit ke sektor riil, serta berakhirnya windfall harga komoditas mentah global menjadi bagian dari gambaran kinerja ekonomi 2024.
Selain itu, stimulasi akselerasi dari sisi fiskal juga masih tidak maksimal, mengingat pola penyerapan anggaran yang selalu menumpuk di akhir kuartal IV.
Baca juga : Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,08 Persen, Pj Gubernur Ingin Ditingkatkan Lagi
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 31/12/2023 dengan judul Ekonomi Diproyeksi Tumbuh Di Atas 5 Persen, Jokowi: Semua Mesti Eling Lan Waspodo...
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.