Sebelumnya
“Kita tunggu nanti, apakah Januari atau Februari terjadi perubahan harga produk yang diterima konsumen. Sekali lagi, inflasi ini basisnya IHK, kenaikan harga yang diterima konsumen itu yang kita ukur,” jelasnya.
Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy memprediksi tingkat inflasi tahun ini tetap rendah.
Baca juga : Sampah Berceceran, Taman Kota Rusak...
“Inflasi rendah bisa dipengaruhi tahun politik yang biasanya memperkecil peluang kenaikan harga barang-barang yang diatur Pemerintah, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Jumat (5/1/2024).
Sementara, tekanan inflasi yang berasal dari barang-barang impor juga diproyeksikan melemah seiring masih melemahnya perekonomian global.
Baca juga : Kemenko Perekonomian Jaga Komitmen Layanan Terbaik Bagi Masyarakat
Yusuf mengatakan, moderasi harga komoditas di tingkat global juga berdampak pada rendahnya tekanan inflasi dari sektor produsen.
Sedangkan inflasi impor yang berasal dari pelemahan rupiah juga tidak akan signifikan tahun ini. Seiring dengan proyeksi meningkatnya optimisme investor terhadap peluang penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed.
Baca juga : Suarakan Pilpres 2024 Sekali Putaran, GSP: Hemat Waktu, Hemat Biaya, Lebih Damai
Menurut Yusuf, tekanan inflasi inti dari sisi permintaan masyarakat juga cenderung akan terkendali tahun ini. Kenaikan upah minimum diprediksikan akan relatif rendah karena hanya mengkompensasi tingkat inflasi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 7/1/2024 dengan judul Pemerintah Yakin Inflasi Tetap Terkendali Tahun Ini, Semoga Perekonomian
Kita Bisa Lebih Baik Lagi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.