Sebelumnya
Ia pun menyampaikan, pengerjaan proyek tersebut berupa penataan emplasement, pengembangan stasiun, sky bridge, pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi di 13 stasiun.
Yaitu, Stasiun Padalarang, Stasiun Gadobangkong, Stasiun Cimahi, Stasiun Cimindi, Stasiun Andir, Stasiun Ciroyom, Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Gedebage, Stasiun Cimekar, Stasiun Rancaekek, Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka.
Ia menambahkan, lintasan tersebut tergolong ramai karena dalam kesehariannya dilintasi 60 commuter line dan 22 KA jarak jauh (JJ).
Terlebih di masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, ada penambahan 4 perjalanan KAJJ. Sehingga total ada 26 KAJJ melintas setiap hari.
Baca juga : Keselamatan KA dan Rencana Elektrifikasi Lintasan Commuter Line Bandung Raya
Di tengah tingginya perjalanan KA di lokasi ini, sambung dia, sistem persinyalan di Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur berbeda.
Sinyal di Stasiun Cicalengka masih menggunaan sinyal blok mekanik, sedangkan sinyal di Stasiun Haurpugur berupa sinyal elektrik.
Perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya.
“Makanya, Petugas Pengatur Perjalanan KA (PPKA) di dua stasiun ini harus memiliki keterampilan mengoperasikan persinyalan yang berbeda ini,” tegasnya.
Baca juga : Evaluasi Menyeluruh, Cegah Semua Kelalaian
Ia bilang, percepatan elektrifikasi commuter line Bandung Raya sangat dinanti untuk disegerakan. Sebab, keselamatan dan kenyamanan menjadi dambaan penumpang angkutan umum.
“Peristiwa tabrakan KA di jalur ini, menjadi pengingat semua pihak untuk meningkatkan manajemen keselamatan perkeretaapian di Indonesia,” imbuh Djoko, yang juga Akademisi Prodi (Program Studi) Teknik Sipil Unika Soegijapranata.
Sebagai informasi, pada kecelakaan antara KA Turangga dengan KA Commuterline Bandung Raya, dipastikan seluruh penumpang selamat dan tidak ada korban meninggal.
Sebelumnya, Vice President (VP) Public Relations KAI Joni Martinus memastikan, jalur Haurpugur- Cicalengka sudah dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas, atau 20 kilometer per jam, pada Sabtu (6/1/2024) pukul 06.30 WIB.
Baca juga : Jalur Kereta Api Bandung Sudah Bisa Dilalui Pasca Kecelakaan
Menurutnya, kereta api pertama yang melintasi jalur tersebut, yaitu KA Cikuray ( KA.267) relasi Garut-Pasarsenen pada pukul 08:56 WIB.
Pihaknya mengucapkan, terima kasih kepada semua stakeholders yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka.
“Sejumlah perbaikan jalur rel dilakukan, yakni dengan memperkuat tubuh jalan rel agar kereta api dapat beroperasi dengan kecepatan normal kembali,” tukasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 9/1/2024 dengan judul Untuk Kerek Layanan KA Di Bandung Raya, Elektrifikasi & Jalur Ganda Kudu Dikebut
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.