Dark/Light Mode

Untuk Kerek Layanan KA Di Bandung Raya

Elektrifikasi Dan Jalur Ganda Kudu Dikebut

Selasa, 9 Januari 2024 07:20 WIB
Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari. (Foto: Kementerian BUMN)
Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari. (Foto: Kementerian BUMN)

 Sebelumnya 
Ia pun menyampaikan, penger­jaan proyek tersebut berupa penataan emplasement, pengem­bangan stasiun, sky bridge, pem­bangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi di 13 stasiun.

Yaitu, Stasiun Padalarang, Stasiun Gadobangkong, Sta­siun Cimahi, Stasiun Cimindi, Stasiun Andir, Stasiun Ciroyom, Stasiun Bandung, Stasiun Ki­aracondong, Stasiun Gedebage, Stasiun Cimekar, Stasiun Ran­caekek, Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka.

Ia menambahkan, lintasan tersebut tergolong ramai karena dalam kesehariannya dilintasi 60 commuter line dan 22 KA jarak jauh (JJ).

Terlebih di masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, ada penambahan 4 perjalanan KAJJ. Sehingga total ada 26 KAJJ melintas setiap hari.

Baca juga : Keselamatan KA dan Rencana Elektrifikasi Lintasan Commuter Line Bandung Raya

Di tengah tingginya perjalanan KA di lokasi ini, sam­bung dia, sistem persinyalan di Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur berbeda.

Sinyal di Stasiun Cicalengka masih menggunaan sinyal blok mekanik, sedangkan sinyal di Stasiun Haurpugur berupa sinyal elektrik.

Perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya.

“Makanya, Petugas Pengatur Perjalanan KA (PPKA) di dua sta­siun ini harus memiliki keterampilan mengoperasikan persinyalan yang berbeda ini,” tegasnya.

Baca juga : Evaluasi Menyeluruh, Cegah Semua Kelalaian

Ia bilang, percepatan elektrifi­kasi commuter line Bandung Raya sangat dinanti untuk disegerakan. Sebab, keselamatan dan kenya­manan menjadi dambaan penum­pang angkutan umum.

“Peristiwa tabrakan KA di jalur ini, menjadi pengingat semua pihak untuk meningkat­kan manajemen keselamatan perkeretaapian di Indonesia,” im­buh Djoko, yang juga Akademisi Prodi (Program Studi) Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Sebagai informasi, pada ke­celakaan antara KA Turang­ga dengan KA Commuterline Bandung Raya, dipastikan se­luruh penumpang selamat dan tidak ada korban meninggal.

Sebelumnya, Vice President (VP) Public Relations KAI Joni Martinus memastikan, jalur Haurpugur- Cicalengka sudah dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas, atau 20 kilometer per jam, pada Sabtu (6/1/2024) pukul 06.30 WIB.

Baca juga : Jalur Kereta Api Bandung Sudah Bisa Dilalui Pasca Kecelakaan

Menurutnya, kereta api per­tama yang melintasi jalur terse­but, yaitu KA Cikuray ( KA.267) relasi Garut-Pasarsenen pada pukul 08:56 WIB.

Pihaknya mengucapkan, teri­ma kasih kepada semua stake­holders yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka.

“Sejumlah perbaikan jalur rel dilakukan, yakni dengan memperkuat tubuh jalan rel agar kereta api dapat beroperasi dengan kecepatan normal kem­bali,” tukasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 9/1/2024 dengan judul Untuk Kerek Layanan KA Di Bandung Raya, Elektrifikasi & Jalur Ganda Kudu Dikebut   

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.