BREAKING NEWS
 

Teruji, Sri Mulyani Cocok Jadi Menkeu Lagi

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 22 Oktober 2019 16:40 WIB
Sri Mulyani sambangi Istana, Senin (21/10)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah pengamat ekonomi menyambut positif kepercayaan Jokowi kepada Sri Mulyani untuk kembali memimpin di Kementerian Keuangan.

Ekonom senior Indef Enny Sri Hartati menilai Sri Mulyani sangat cocok mengisi jabatan tersebut, dari pada pos kementerian lain di bidang ekonomi.

Baca juga : Masuk Istana, Bahlil Belum Tahu Ditunjuk Jadi Menteri Apa

"Daripada di Kementerian Koordinator Perekonomian, lebih baik di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ini memberikan kepastian kepada publik dan pelaku usaha bahwa Kemenkeu benar-benar dipimpin oleh seorang profesional dan kompeten, serta bukan yang terafiliasi dengan partai politik," katanya di Jakarta Selasa (22/10).

Adsense

Selain alasan itu, Enny menuturkan Sri Mulyani telah terbukti memiliki kemampuan yang teruji.  Karena, selain pengalaman menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja periode 2014-2019, Sri Mulyani juga pernah menjabat posisi yang sama pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jilid I.

Baca juga : Diminta Jokowi, Siti Nurbaya Jadi Menteri LHK Lagi

"Memang banyak orang-orang kampus atau eselon I di Kemenkeu yang punya kompetensi, tapi apakah mereka bisa diterima oleh partai-partai pendukung serta bisa cukup percaya diri menjinakkan partai yang punya konflik kepentingan? Saya yakin Bu Sri Mulyani lebih dari mampu dan sudah terbukti dalam 5 tahun ini,” tuturnya.

Dari sisi capaian, Sri Mulyani dinilai telah mampu menaikkan transparansi budget. Hal ini tampak dari kenaikan rating indeks daya saing Indonesia ke peringkat 23 dari sebelumnya di peringkat 40-an.

Baca juga : Sri Mulyani Lanjut Jadi Menkeu, Rupiah Dan IHSG Kembali Bersinar

Tapi, kata Enny, ada PR yang perlu dibereskan yakni manajemen fiskal yang tidak hanya sekadar menjaga stabilitas tapi menjadi stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini menjadi masalah besar selama ini, bagaimana setiap anggaran yang didistribusikan itu tidak hanya sekadar dapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tapi yang paling esensial adalah bagaimana peran belanja pemerintah itu, baik APBN maupun APBD, bisa efektif berkontribusi pada percepatan kinerja ekonomi,” jelasnya. (KPJ)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense